Mimpi...
Saat kamu bangun dari tidur dan tidak serta merta melewatkan sejuta harapan yang tadi telah kamu genggam erat, itulah mimpi.
Saat kamu berhasil membuat layang layangmu terbang tinggi setelah kamu jauh berlari-lari, memohon agar angin bermurah hati menerima layangmu sebagai temannya, itulah mimpi.
Mimpi itu...adalah aku.
aku, kau dan apa yang Tuhan beri untuk kita, agar kita pandai bertahmid.
:)
Berikut, adalah sekapur sirih, pengantar perjalanan panjang penulis bersama mimpinya, min haitsu laa yahtasib..
Prosesi pendaftaran seleksi pemilihan peserta Student Exchange yang terhitung berjarak detik dengan tes dan pengumumannya, membuatku sedikit “innocent” atas kenyataan bahwa aku diterima menjadi salah satu mahasiswi yang terpilih dan berada di list number one di papan pengumuman kampus.
Oh God, mimpi apa aku semalam???entahlah…tidak ada yang peduli mengingat ingat bahkan sekedar mencoba mengingat mimpi itu. Yang jelas, detik ini juga, aku harus memutar otak, berpikir keras untuk mendapatkan dana yang tidak sedikit untuk sisipan dompetku di negeri Jiran nanti.
Pernah suatu kali aku berambisi untuk dapat mengenyam pendidikan di Ausy (Australia). Setidaknya di salah satu Universitas ternama, Quesland. Ya..sampai sekarang pun, angan itu masih menggantung kuat di sini, di hati. Bukti? Foto sampul akun facebook yang dari zaman alif hingga sekarang masih terpampang elegan di sana. Dia adalah satu satunya saksi yang akan setia menemani kebersamaan mimpi itu. Lagi lagi di sini, dalam hati.
15 peserta akhirnya deal terpilih sebagai peserta Student Exchange yang akan di tempatkan di sebuah Universitas terbaik di Malaysia, University of Malaya. Tepatnya ahad, 24 November nanti, rencananya kami akan diberangkatkan dari bandara Adi Sucipto Yogyakarta dengan penerbangan Air Asia pukul 06.00pm hingga 2 minggu kedepan.
Hari-hari mulai berjalan lamban, seolah tidak ingin meninggalkan tanah air. Tidak ingin membuat orang-orang terkasih jauh. Tidak ingin mengambil resiko apapun atas perjalanan jauh nanti. Tuhan...yakinkan niatku.
Aku, mendadak menjadi orang paling sibuk di dunia ini. pengurusan pasport yang membutuhkan KK (Kartu Keluarga) dan akta kelahiran asli, bolak-balik kantor imigrasi yang tidak bisa dikatakan dekat dari lokasi kampus, penukaran mata uang rupiah ke ringgit dan seabreg keperluan yang harus dipenuhi sebelum hari H.
Maaf...karena ini aku mengabaikan kalian, orang orang yang sangat menghargai bahagiaku.
Ahad, 24 November 2013, 01.00pm
Seluruh peserta wajib kumpul di lobi fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga, kampus Putih tercinta.
Dengan ransel exsport di punggung, tas samping coklat, dan sebuah koper berukuran sedang, aku tergopoh-gopoh mendatangi kerumunan mereka yang sudah terlebih dahulu datang. Bukan, bukan mutaakhiroh lagi...
:D
Kami menyempatkan diri untuk mengambil beberapa foto bersama di samping fakultas sebelum akhirnya berangkat dari ke bandara Adi Sucipto dengan mobil pribadi milik bapak ibu dosen yang bertanggung jawab atas program Studen Exchange ini.
Sekitar pukul 02.00pm, kami sampai bandara. Udara di sini berbeda dengan udara Jogjakarta yang ku kenal. Bising. Gumpalan asap di mana-mana. Semuanya sibuk dengan hand bag koper masing-masing. Dan aku? sibuk mengutak-atik ponsel mini pinjaman Yusuf, salah satu personil kami. Kau tau kenapa?
Barang sakralku tertinggal di asrama, sekitar 30 menit dari sekarang aku berdiri.Oh God, kenapa handphone ku bisa tertinggal???
Dan sekarang..aku hanya perlu menunggu seseorang datang membawakan handphone itu untukku, terimakasih sayang..
Aku tersenyum lega setelah melihat senyum manis darinya dari kejauhan. kutinggalkan sementara hiruk pikuk pengurusan koper dkk itu..dan ku hampiri ia yang tak bisa menyusulku kedalam sini.
Ya..handphone yang ia bawa ku akui memang penting. tapi tidak lebih penting dari keberadaannya di sampingku saat ini.
Mungkin aku hanya akan pergi 14 hari saja, atau sederhananya 2 pekan saja. Mungkin aku akan bisa bertemu dengannya lagi di sini, di Indonesia. Atau mungkin, tidak sama sekali.
Perjalanan jauh berjarak mil yang harus kami lalui dengan pesawat. Aih..kau harus tahu betapa gugupnya perasaan kami. Atau mungkin hanya aku yang grogi seperti ini. Yang jelas, aku tidak ingin membuatnya sedih saat aku pergi. Aku ingin membawa senyumnya sampai negeri Jiran nanti.
Ku tanggalkan gelisahku di depannya. Aku ingin ia melepasku dengan tenang. Baru sekali itu aku melihat sorot berat di matanya. Dan ku putuskan masuk untuk segera berkumpul lagi dengan rombongan kami. Sayang, jangan menangis, aku akan kembali.
Semua orang benci dengan hal ini, p e r p i s a h a n.
Ku seka air mata yang masih menggenang di ujung mataku, aku baik-baik saja. Dan kami meneruskan prosedur keamanan di bagian imigrasi sebelum akhirnya menunggu untuk take off ke Malaysia.
06.15pm
Pintu bandara menuju pesawat Air Asia dibuka. Perjalanan untuk kali pertamaku dengan pesawatpun di mulai. Bagaimana rasanya?
Sempat aku kirimkan beberapa pesan untuk bapak ibuk dirumah, untuk memastikan do'a mereka berada di samping kiri dan kananku saat pesawat mulai take off.
Setiap hal akan dimintai pertanggungjawaban. Dan pastikan setiap tulisan yang kau bagikan mampu memberi manfaat, tidak menjadi pemberat amal burukmu di akhirat kelak.
Hal penting saat orang tua bersama anak
Wednesday, 11 December 2013
Monday, 7 October 2013
Hunting Photo Part I
Hunting photo di daerah kampus UGM, Yogyakarta.
Dan ini dia beberapa hasil jepretan yang baru sempet gw share buat kalian.
Catatan, ini pake kamera DSRL loh...
Pamer ceritanya, pasalnya gw baru pertama kali jeprat-jepret pake DSRL.
XD
Ahad, 6 Oktober 2013.
Buat yang uda kasih kesempatan gw hunting pake DSRL'nya, abang, thanks a lot.
:)




Dan ini dia beberapa hasil jepretan yang baru sempet gw share buat kalian.
Catatan, ini pake kamera DSRL loh...
Pamer ceritanya, pasalnya gw baru pertama kali jeprat-jepret pake DSRL.
XD
Ahad, 6 Oktober 2013.
Buat yang uda kasih kesempatan gw hunting pake DSRL'nya, abang, thanks a lot.
:)
Wednesday, 2 October 2013
Demak-Kudus
Ingin Dia
Dia,
Bagaimana cara dia mencintai, bagaimana cara dia membuatku tetap tersenyum setiap kali kelelahan itu datang merajai, bagaimana cara dia meredam ego ini, bagaimana cara dia menganggapku yang paling ada di antara yang terdekat darinya, bagaimana ia selalu memaafkan walau berulangkali aku salah, bagaimana ia bertahan dalam keangkuhanku, seperti itu pula aku akan mempertahankan hati yang telah utuh ia berikan padaku..
Sabar dan setianya adalah hutang yang tidak pernah bisa ku bayar dengan nyawa sekalipun,
Dan hanya pengabdianku setelah ikrar suci nanti yang mampu membuatku sedikit tenang membayar separuh dari hutang ini..
Jadi Tuhan, aku ingin dia untukku..
Muhammad Wachid Abrori bin Jamuji
Lamongan
Bagaimana cara dia mencintai, bagaimana cara dia membuatku tetap tersenyum setiap kali kelelahan itu datang merajai, bagaimana cara dia meredam ego ini, bagaimana cara dia menganggapku yang paling ada di antara yang terdekat darinya, bagaimana ia selalu memaafkan walau berulangkali aku salah, bagaimana ia bertahan dalam keangkuhanku, seperti itu pula aku akan mempertahankan hati yang telah utuh ia berikan padaku..
Sabar dan setianya adalah hutang yang tidak pernah bisa ku bayar dengan nyawa sekalipun,
Dan hanya pengabdianku setelah ikrar suci nanti yang mampu membuatku sedikit tenang membayar separuh dari hutang ini..
Jadi Tuhan, aku ingin dia untukku..
Muhammad Wachid Abrori bin Jamuji
Lamongan
PARIS TRIP Part II

Nah..ini sedikit poto hasil jepretan DSLR abang kita yang baru..
Akhirnya kesampean juga jj bareng lagi setelah sekian lama abang sibuk dengan dunia yang tidak pernah gw dan nod tahu, dan gw dengan nod di dunia yang pyur abang tahu. :p
Pantai Prangtritis ini kita pilih jadi objek jj kita karna deket tuh dari basecamp..g pake berjam-jam perjalanan uda nyampe objek pantai yang wonderfull, i think.
:)
and thats our trip.
Sayang kaliaaaaan.
:*
Saturday, 28 September 2013
Muhadloroh Akbar Rayon V
Alhamdulillah banget...acara muhadloroh akbar jatah rayon 5 alias komplek Q6 berjalan lancar tanpa ada aral satupun. yah..kekurangan masih ada di mana-mana, tapi aku rasa nilai kerjasama tidak akan terkalahkan oleh faktor apapun. Terimakasih untuk personil aktif kita, plus untuk PJ (penanggung jawab) tiap hiburan yang sebenernya tidak ber-PJ dan akhirnya secara tidak langsung menjadi penanggung jawab atas berlangsungnya muhadloroh ini. sukses buat kita..
They Who I Said, PJ
Firda Mirnawati dan Nurul, penanggung jawab keseluruhan, dari background maker, kostum masing-masing hiburan, pembagian tugas dkk.
Desty Prasetya, penanggung jawab puisikalisasi drama, yang dengan rempongnya nyari-nyari talent yang mau bacain puisi, plus ide pemain drama, tidak lupa pula sedikit membantu buat background, dan ribet jadi sutradara.wkwkwk.
Miss Indah as Tuan rumah,
Bu hajjah Nova as presenter,
Miss Khotim as Pembawa pidato bahasa Inggris,
Mbak Asri as Pembawa pidato bahasa Indonesia, sang motivator...:D
Dik Ita Ratnasari as pembawa pidato bahasa Jawi,
Firda MW as qiro'
Me, as Sari tilawah..
Dan semua temen-temen Q6 yang dengan senang hati berpartisipasi atas suksesnya acara ini.
Semangat!!!
They Who I Said, PJ
Firda Mirnawati dan Nurul, penanggung jawab keseluruhan, dari background maker, kostum masing-masing hiburan, pembagian tugas dkk.
Desty Prasetya, penanggung jawab puisikalisasi drama, yang dengan rempongnya nyari-nyari talent yang mau bacain puisi, plus ide pemain drama, tidak lupa pula sedikit membantu buat background, dan ribet jadi sutradara.wkwkwk.
Miss Indah as Tuan rumah,
Bu hajjah Nova as presenter,
Miss Khotim as Pembawa pidato bahasa Inggris,
Mbak Asri as Pembawa pidato bahasa Indonesia, sang motivator...:D
Dik Ita Ratnasari as pembawa pidato bahasa Jawi,
Firda MW as qiro'
Me, as Sari tilawah..
Dan semua temen-temen Q6 yang dengan senang hati berpartisipasi atas suksesnya acara ini.
Semangat!!!
Jum'at Mubarok, 27 September 2013
Dari hitungan tiga puluh mundur janji itu, akhirnya hari ini adalah hari istimewa yang Allah pilihkan untuk ku, untuk kita. Hari ini, tertanggal dua puluh tujuh September dua ribu tigabelas, keluarga mas datang ke rumah. Suatu kehormatan terbesar bagiku, wanita yang sangat menyayangi perangai lelaki manis itu.
:)
Tuhan...inikah jawaban manis-Mu atas do'a-do'a kami???
Terimakasih..
Tangis ini tak bisa terbendung saat mas ceritakan perbincangan beliau-beliau kepadaku. Hanya bapak ibuk mas, faris, rara, see, mas, bapak kun, mbah uti dan mbah kakung yang tahu persis dialog bersejarah ini. Aku???entahlah..mungkin aku tidak akan sanggup menahan parauku jika aku tertakdir mendengar perbincangan itu. Bahkan bisa aku lihat betapa air mata itu tertahan berat di kedua ujung mata mas. Aku tahu ia sangat bahagia.
Tidak tahu harus bagaimana dan dengan apa aku bersyukur, namun sesekali ia mengedipkan matanya, mengajakku bersujud atas bahagia ini.
mas, sayang njenengan.
Dan dengan salim takdzimku pada bapak ibuk mas, aku kembali ke penjara suciku, mengantar beliau beliau kembali ke tanah Lamongan.
:)
Tuhan...inikah jawaban manis-Mu atas do'a-do'a kami???
Terimakasih..
Tangis ini tak bisa terbendung saat mas ceritakan perbincangan beliau-beliau kepadaku. Hanya bapak ibuk mas, faris, rara, see, mas, bapak kun, mbah uti dan mbah kakung yang tahu persis dialog bersejarah ini. Aku???entahlah..mungkin aku tidak akan sanggup menahan parauku jika aku tertakdir mendengar perbincangan itu. Bahkan bisa aku lihat betapa air mata itu tertahan berat di kedua ujung mata mas. Aku tahu ia sangat bahagia.
Tidak tahu harus bagaimana dan dengan apa aku bersyukur, namun sesekali ia mengedipkan matanya, mengajakku bersujud atas bahagia ini.
mas, sayang njenengan.
Dan dengan salim takdzimku pada bapak ibuk mas, aku kembali ke penjara suciku, mengantar beliau beliau kembali ke tanah Lamongan.
Sunday, 22 September 2013
Aku, kau dan Pohon Kersen, Part I
Pagi, 07:41 WIB,
Time to make a list jorney. Yap..rutinitas udzurnya cewek tahfidz. Its what I mean, H O L I D A Y.
Sederetan daftar jadwal dari nonton film, mudik, nyetrika akbar, jalan-jalan ke mall sampe masak-masak uda gw siapin noh di ransel coklat kesayangan. Dan gw mulai pertama-tama dengan goes up to watch films. Dengan seabreg data film yang emang sengaja gw susun rapi buat persiapan liburan tiap bulan gw..(ngakak.. :D ). Dan tentunya gw g bakal lupa buat persiapin juga setidaknya satu kresek kiloan penuh jadwal cadangan kalo-kalo ada hambatan di sana-sini dalam pencapaian jadwal utama tersebut (bikin makalah ni ceritanya.. :P ). Renang, baca novel ato ngeblog misalnya. Good job, right?
:D
Ehm..serius,
Kejadian pagi ini yang sumpah setengah hidup biking gw deg-deg’an plus pengen muntah selama beberapa menit sebelum akhirnya gw tancap gas ke intersat, tongkrongan setia anak-anak asrama gw kalo pada nonton film, adalah deringan telf dari ponsel gw. Bukan, bukan karna gw shock dengan deringan super antic dari ponsel pinjeman temen gw, tapi karna nama yang muncul di tuh ponsel waktu bunyi. Kak Handya. Mantan calon pacar, ato boleh disebut, mantan calon orang yang mau ngobrak-abrik hidup gw. OH GOD.. ngapain nih orang nongol lagi coba???
Terkadang pepatah emang bener kalo bikin kata-kata keren gitu, “Hidup adalah Pilihan”. Dan sekarang tugas gw adalah nentuin pilihan agung, ngangkat tuh telf, nge’reject, ato nge’biarin aja???
Duh gusti..
Setelah beberapa saat melakukan ritual pengacakan kancing baju, “ngangkat” “enggak” “ngangkat” “enggak” dan disertai sedikit komat kamit penguat hati agar ditunjukkan jalan yang benar yang Ia ridhoi, akhirnya gw pencet tombol ijo dari ponsel gw. Dan,
“Halo, Assalamu’alaikum?”
“Hei, lo lagi ditungguin anak-anak di lapangan tuh. Cepetan ke lapangan..!”
“Whats?Kenapa?”
“Iya, lo ditunggu anak-anak di lapangan sekarang..cepetan ya..”
(Sumpah, g kuat gw lama-lama denger suara dia. Kaya nge-slide show memori setahun yang lalu, dan itu biking gw kangen+eneg!)
“maksudnya???”
“Eh, ini Sya’nya Vahad ya?maaf.maaf. gw salah pencet. Maaf..”
“tut..tut..tut..”
( Kali ini gw bener-bener muntah )
-------Tuhan..biarkan gw hidup tenang tanpa dia-------
Time to make a list jorney. Yap..rutinitas udzurnya cewek tahfidz. Its what I mean, H O L I D A Y.
Sederetan daftar jadwal dari nonton film, mudik, nyetrika akbar, jalan-jalan ke mall sampe masak-masak uda gw siapin noh di ransel coklat kesayangan. Dan gw mulai pertama-tama dengan goes up to watch films. Dengan seabreg data film yang emang sengaja gw susun rapi buat persiapan liburan tiap bulan gw..(ngakak.. :D ). Dan tentunya gw g bakal lupa buat persiapin juga setidaknya satu kresek kiloan penuh jadwal cadangan kalo-kalo ada hambatan di sana-sini dalam pencapaian jadwal utama tersebut (bikin makalah ni ceritanya.. :P ). Renang, baca novel ato ngeblog misalnya. Good job, right?
:D
Ehm..serius,
Kejadian pagi ini yang sumpah setengah hidup biking gw deg-deg’an plus pengen muntah selama beberapa menit sebelum akhirnya gw tancap gas ke intersat, tongkrongan setia anak-anak asrama gw kalo pada nonton film, adalah deringan telf dari ponsel gw. Bukan, bukan karna gw shock dengan deringan super antic dari ponsel pinjeman temen gw, tapi karna nama yang muncul di tuh ponsel waktu bunyi. Kak Handya. Mantan calon pacar, ato boleh disebut, mantan calon orang yang mau ngobrak-abrik hidup gw. OH GOD.. ngapain nih orang nongol lagi coba???
Terkadang pepatah emang bener kalo bikin kata-kata keren gitu, “Hidup adalah Pilihan”. Dan sekarang tugas gw adalah nentuin pilihan agung, ngangkat tuh telf, nge’reject, ato nge’biarin aja???
Duh gusti..
Setelah beberapa saat melakukan ritual pengacakan kancing baju, “ngangkat” “enggak” “ngangkat” “enggak” dan disertai sedikit komat kamit penguat hati agar ditunjukkan jalan yang benar yang Ia ridhoi, akhirnya gw pencet tombol ijo dari ponsel gw. Dan,
“Halo, Assalamu’alaikum?”
“Hei, lo lagi ditungguin anak-anak di lapangan tuh. Cepetan ke lapangan..!”
“Whats?Kenapa?”
“Iya, lo ditunggu anak-anak di lapangan sekarang..cepetan ya..”
(Sumpah, g kuat gw lama-lama denger suara dia. Kaya nge-slide show memori setahun yang lalu, dan itu biking gw kangen+eneg!)
“maksudnya???”
“Eh, ini Sya’nya Vahad ya?maaf.maaf. gw salah pencet. Maaf..”
“tut..tut..tut..”
( Kali ini gw bener-bener muntah )
-------Tuhan..biarkan gw hidup tenang tanpa dia-------
Wednesday, 18 September 2013
How Beautiful Love
Biar tetes air mata kami yang menjadi saksi suci niat ini..
Hapus air matanya untukku Tuhan..
Karna sungguh makin sakit saat ia sakit..
Aku titip seribu senyuman semangat ini untuk dia..
Agar ia mudah mendapatkannya dari-Mu..
:)
Hapus air matanya untukku Tuhan..
Karna sungguh makin sakit saat ia sakit..
Aku titip seribu senyuman semangat ini untuk dia..
Agar ia mudah mendapatkannya dari-Mu..
:)
Sebuah Permohonan
Hari ini komentar "beliau" melayang untuk post'an foto iseng bin g penting si dia, murid kesayangannya.
Tuhan...
Tidak benar bukan jika beliau berkata bohong pada kami bahwa beliau sibuk?
Tidak benar bukan jika beliau menganggap permintaan suci putranya sendiri sebuah hal yang sepele, sedang beliau bersenda gurau di atas derai do'a kami?
Tidak benar bukan..
Lapangkan hati yang sempit ini,
Bersihkan prasangka yang berkerak ini Tuhan..
K U M O H O N
Tuhan...
Tidak benar bukan jika beliau berkata bohong pada kami bahwa beliau sibuk?
Tidak benar bukan jika beliau menganggap permintaan suci putranya sendiri sebuah hal yang sepele, sedang beliau bersenda gurau di atas derai do'a kami?
Tidak benar bukan..
Lapangkan hati yang sempit ini,
Bersihkan prasangka yang berkerak ini Tuhan..
K U M O H O N
Friday, 13 September 2013
--- Min Haitsu Laa Yahtasib ---
Subhanallaah, Allaahu akbar..
Kalau orang bilang "keberuntungan" adalah faktor Y murni dari Tuhan, gue bilang, "keberuntungan" adalah pantulan dari faktor X kita, panen dari benih yang kita tabur di masa xxx. Hukum kekekalan energi itu berlaku untuk kita, manusia. Begini teorinya,
Jika energi positif yang kita keluarkan untuk lingkungan, maka secara otomatis, lingkungan akan mengerahkan seluruh kekuatannya untuk memberikan timbal balik positif pula. Begitu juga sebaliknya.
to be continue...
Kalau orang bilang "keberuntungan" adalah faktor Y murni dari Tuhan, gue bilang, "keberuntungan" adalah pantulan dari faktor X kita, panen dari benih yang kita tabur di masa xxx. Hukum kekekalan energi itu berlaku untuk kita, manusia. Begini teorinya,
Jika energi positif yang kita keluarkan untuk lingkungan, maka secara otomatis, lingkungan akan mengerahkan seluruh kekuatannya untuk memberikan timbal balik positif pula. Begitu juga sebaliknya.
to be continue...
Sunday, 8 September 2013
Halalkan aku
-----Menangis Semalam-----
Tuhan...kapan aku boleh memanggilnya "sayang"???
Kapan cakap kami tak akan haram???
Kapan Tuhan..
Tuhan...kapan aku boleh memanggilnya "sayang"???
Kapan cakap kami tak akan haram???
Kapan Tuhan..
Tuesday, 3 September 2013
PuisikaLisasi Drama, atau apaLah itu,,
Terinspirasi dari sebuah lagu cinta milik Diva kebanggaan gue, yang berawaL dari aksi piket cuci piring diiringi aLunan merdu nada-nada tinggi khas "Rossa" ini, gue pengen banget suatu saat nanti, di kesempatan manggung puisi bareng Az Zahra (organisasi ekstern gue) nampilin puisikalisasi drama, ato yang tadinya gue pikir namanya "dramasikalisasi puisi" dan dikoreksi sama si empunya redaksi baik, sahabat gue, Dini. Nah, dikesempatan yang selalu spektakuler itu, gue pengen 3 pemain dramain tuh lagu (Ceritanya njipLak dari Lagunya "Rossa" yang juduLnya "TEGA". Ntar gue lampirin liriknya ;) ), trus ada video klip di belakang sebagai pendukung, 2 pembaca puisi (gue sama rara, rencananya) trus 1 penyanyi yang gue pengen itu Lisa (anak-anak musik dari Az Zahra), ditambah satu pemain keyboard pLes satu gitaris.
Yuk kita intip Liriknya...
Menjelang hari bahagiamu
Kau tak pernah tahu aku bersedih
Kau lupakan semua kenangan lalu
Lalu kau campakkan begitu saja
Reff :
Tega...
Aku tahu dirimu kini telah ada yang memiliki
Tapi bagaimanakah dengan diriku
Tak mungkin ku sanggup untuk kehilangan dirimu
Aku tahu bukan saatnya
Tuk mengharap cintamu lagi
Tapi bagaimanakah dengan hatiku
Tak mungkin ku sanggup hidup begini
Tanpa cintamu
Tak ingatkah kau dulu pernah berjanji
Bahagaiakan diriku selamanya
Tak berarti kah cinta kita yang lalu
Hingga kau bersama dengan dirinya
Back to Reff (2x)
:)
Semoga Terlaksana.
Yuk kita intip Liriknya...
Menjelang hari bahagiamu
Kau tak pernah tahu aku bersedih
Kau lupakan semua kenangan lalu
Lalu kau campakkan begitu saja
Reff :
Tega...
Aku tahu dirimu kini telah ada yang memiliki
Tapi bagaimanakah dengan diriku
Tak mungkin ku sanggup untuk kehilangan dirimu
Aku tahu bukan saatnya
Tuk mengharap cintamu lagi
Tapi bagaimanakah dengan hatiku
Tak mungkin ku sanggup hidup begini
Tanpa cintamu
Tak ingatkah kau dulu pernah berjanji
Bahagaiakan diriku selamanya
Tak berarti kah cinta kita yang lalu
Hingga kau bersama dengan dirinya
Back to Reff (2x)
:)
Semoga Terlaksana.
Thursday, 15 August 2013
Ulang Tahun Ke 20, Dia
.Teruntuk separuh hati yang jauh di sana,
Jalanan ini tak akan semudah terjal yang lalu,
Anginpun tak akan bertiup selembut biasanya,
Menjadi kuatlah,
Menjadi tangguhlah,
Karna kau tercipta untuk berada di depan sana.
seLamat uLang tahun..
Jalanan ini tak akan semudah terjal yang lalu,
Anginpun tak akan bertiup selembut biasanya,
Menjadi kuatlah,
Menjadi tangguhlah,
Karna kau tercipta untuk berada di depan sana.
seLamat uLang tahun..
Wednesday, 14 August 2013
╰♥╮UNTUK SEBUAH HATI ,,,UNTUKMU YANG DI SANA....╰♥╮
Ku mengenalmu bukan lewat mata...
Lewat jiwa yang tulus aku tahu siapa dirimu....
Bukan harta,bukan jabatan, bukan kedudukan dan segala apa yang ada pada dirimu yang mampu meluluhkan hatiku..
Untukmu sebuah hati yang masih kusimpan rapat dalam relung qalbuku..
Andai cinta mampu kurangkai lewat logika, tentu diriku mampu memberi cukup alasan tuk meyakinkanmu..
Andai cinta mampu ku hapus dari relung hatiku, tentu tak kan membekas lara..
Sungguh..diri ini tak mampu menepis segala rasa..mau dilabuhkan kepada siapa diri ini tak pernah meminta..sejatinya hati ini milik_Nya hanya Dia yang berhak mengatur segalanya..
Untukmu sebuah hati yang belum mampu kujanjikan apa-apa..
Semoga dirimu memahami, hati ini begitu mudah terbolak-balik.Akankah cinta ini kan bertahan untuk selamanya atau hadir menyapa hanya sesaat saja yang kan melebur seiring perjalanan masa.
Akankah rasa ini hanya ujian bagi kita, yang kan pupus manakala taqdir memisahkan kita..
Untukmu sebuah hati yang terangkai dalam untaian do’a..
Andai dirimu yang Allah pilihkan untuk diriku...
Ingin kubisikkan padamu..diri ini mungkin tak seindah sebagaimana anganmu yang memiliki kesabaranAsiah,kelembutan Khadijah, ketabahan Fatimah dan kecantikan Aisyah.
Namun dengan hadirnya dirimu kuberharap kita mampu laksana tali yang saling menguatkan.
Demikian pula denganku,semogadiri ini mampu menerima apapun sosok dirimu dengan keridhaan.....Aamiin Ya Allah ..
Lewat jiwa yang tulus aku tahu siapa dirimu....
Bukan harta,bukan jabatan, bukan kedudukan dan segala apa yang ada pada dirimu yang mampu meluluhkan hatiku..
Untukmu sebuah hati yang masih kusimpan rapat dalam relung qalbuku..
Andai cinta mampu kurangkai lewat logika, tentu diriku mampu memberi cukup alasan tuk meyakinkanmu..
Andai cinta mampu ku hapus dari relung hatiku, tentu tak kan membekas lara..
Sungguh..diri ini tak mampu menepis segala rasa..mau dilabuhkan kepada siapa diri ini tak pernah meminta..sejatinya hati ini milik_Nya hanya Dia yang berhak mengatur segalanya..
Untukmu sebuah hati yang belum mampu kujanjikan apa-apa..
Semoga dirimu memahami, hati ini begitu mudah terbolak-balik.Akankah cinta ini kan bertahan untuk selamanya atau hadir menyapa hanya sesaat saja yang kan melebur seiring perjalanan masa.
Akankah rasa ini hanya ujian bagi kita, yang kan pupus manakala taqdir memisahkan kita..
Untukmu sebuah hati yang terangkai dalam untaian do’a..
Andai dirimu yang Allah pilihkan untuk diriku...
Ingin kubisikkan padamu..diri ini mungkin tak seindah sebagaimana anganmu yang memiliki kesabaranAsiah,kelembutan Khadijah, ketabahan Fatimah dan kecantikan Aisyah.
Namun dengan hadirnya dirimu kuberharap kita mampu laksana tali yang saling menguatkan.
Demikian pula denganku,semogadiri ini mampu menerima apapun sosok dirimu dengan keridhaan.....Aamiin Ya Allah ..
Monday, 5 August 2013
Tuhan aku Lelah
Tuhan aku lelah...
aku lelah bertahan.
aku lelah membalas pesan-pesan tak acuh darinya.
aku lelah mununggunya memiliki ingin yang sama denganku.
aku lelah membuat dia kuat.
aku lelah membuatnya peka pada dunia.
aku lelah membuatnya mengerti ini inginku, dan itu bukan inginku,
aku lelah membuatnya kembali.
aku sudah lelah.
Lelah menunggu ketidakpastian yang menyesakkan ini.
aku lelah bertahan.
aku lelah membalas pesan-pesan tak acuh darinya.
aku lelah mununggunya memiliki ingin yang sama denganku.
aku lelah membuat dia kuat.
aku lelah membuatnya peka pada dunia.
aku lelah membuatnya mengerti ini inginku, dan itu bukan inginku,
aku lelah membuatnya kembali.
aku sudah lelah.
Lelah menunggu ketidakpastian yang menyesakkan ini.
NYESEK!
Nyesek itu,ketika Lo O EL bareng pacar, dan pacar Lo g nyapa lewat chat. Nyesek itu saat Lo ngerasa punya solusi masalah atas permasalahan pacar Lo, dan g dianggep. Nyesek itu, ketika pesan dan chat'an Lo ditinggal, dicuekin bin dikacangin. Nyesek itu ketika Lo ultah dan pacar Lo g ngakuin apa apa, g ngasih surprise apa apa, dan g berusaha apa apa untuk buat Lo bahagia di hari ultah Lo itu. Dan lagi, g ngerasa punya masalah dengan apa yang pacar Lo itu Lakuin.
TEPUK JIDAT!!!
TEPUK JIDAT!!!
Belajar itu, Nyokap!
Seharian berusaha jadi ibu rumah tanga yang baik itu rasanya Lebih parah dari pada kerja full time jadi pelayan toko bahan..
Beruntung banget kalian yang selalu jadi anak mami, semuanya terima jadi dan minta apapun ga pake lama langsung dituruti..
Hahaha..bukan.bukan gue miris sendiri..justru dengan seperti ini nyokap pengen buat gue mandiri. Nyokap pengen buat gue kuat jika suatu saat gue berada di posisi beliau. Nyokap pengan gue tau bagaimana cara menghargai jerih payah orang tua. Orang tua di seluruh dunia.
Dan hebatnya lagi, nyukap g pake ngeluh ngelakuin semua ini. selama seharian penuh, kecuali pas tidur, selamanya. Dan gue, setengah jalan kerja langsung pasang bibir manyun, ngedumel dari sabang sampe merauke.ampun dah!
Beruntung banget kalian yang selalu jadi anak mami, semuanya terima jadi dan minta apapun ga pake lama langsung dituruti..
Hahaha..bukan.bukan gue miris sendiri..justru dengan seperti ini nyokap pengen buat gue mandiri. Nyokap pengen buat gue kuat jika suatu saat gue berada di posisi beliau. Nyokap pengan gue tau bagaimana cara menghargai jerih payah orang tua. Orang tua di seluruh dunia.
Dan hebatnya lagi, nyukap g pake ngeluh ngelakuin semua ini. selama seharian penuh, kecuali pas tidur, selamanya. Dan gue, setengah jalan kerja langsung pasang bibir manyun, ngedumel dari sabang sampe merauke.ampun dah!
Friday, 2 August 2013
Hujan, Langit dan Titah-Nya
Surat keciL seorang kakak, untuk kedua adiknya, Langit dan Hujan,
*No past,no future
Hujan untuk langit,dan langit untuk hujan.
Bukan untuk dia,bukan untuk saya.
Untuk bocah2 ajaibku,tuahku mengabur berderu menapak debu.
Sebatas ambisi yang menyeru pada satu sisi.
Lihatlah,akan kurobohkan tembok yang menantang langit yang menjadikan hujan urung turun.
Lihatlah,akan kurobek awan yang menyuguhkan langit tak lagi indah dengan hujannya.
Lekaslah riang cerah wahai langit.
Segeralah menari basahi bumi,engkau hujan.
Wes wayahe membunuh mimpi,selamat tidur...
Kak..andai aku mampu menjadi hujan maupun Langit seperti inginmu, akan aku Lakukan.
Pun itu haihata..
Aih..mengapa tiba-tiba aku menjadi super cengeng seperti ini?
Kak, biarlah..
Biarlah hujan tetap menjadi hujanmu,
Hujan yang tanpa Langitpun ia mampu meneduhkan kekeringan panjang..
Hujan yang ada hanya karena titah-Nya,
Hujan yang tidak menggeLantungkan diri pada takdir Langit.
Karena kau tahu..
Langitpun patuh pada titah Tuhannya hujan.
Langitpun takut pada Tuhannya hujan.
Biarkan mereka, hujan dan Langit berada pada orbit berbeda.
Mereka tetap Hujan dan Langitmu, dari-Nya.
*No past,no future
Hujan untuk langit,dan langit untuk hujan.
Bukan untuk dia,bukan untuk saya.
Untuk bocah2 ajaibku,tuahku mengabur berderu menapak debu.
Sebatas ambisi yang menyeru pada satu sisi.
Lihatlah,akan kurobohkan tembok yang menantang langit yang menjadikan hujan urung turun.
Lihatlah,akan kurobek awan yang menyuguhkan langit tak lagi indah dengan hujannya.
Lekaslah riang cerah wahai langit.
Segeralah menari basahi bumi,engkau hujan.
Wes wayahe membunuh mimpi,selamat tidur...
Kak..andai aku mampu menjadi hujan maupun Langit seperti inginmu, akan aku Lakukan.
Pun itu haihata..
Aih..mengapa tiba-tiba aku menjadi super cengeng seperti ini?
Kak, biarlah..
Biarlah hujan tetap menjadi hujanmu,
Hujan yang tanpa Langitpun ia mampu meneduhkan kekeringan panjang..
Hujan yang ada hanya karena titah-Nya,
Hujan yang tidak menggeLantungkan diri pada takdir Langit.
Karena kau tahu..
Langitpun patuh pada titah Tuhannya hujan.
Langitpun takut pada Tuhannya hujan.
Biarkan mereka, hujan dan Langit berada pada orbit berbeda.
Mereka tetap Hujan dan Langitmu, dari-Nya.
Wednesday, 31 July 2013
Kepakan Sayap!
Aih...Sahabatku yang satu itu tiada dua semangatnya..salut deh..
Sedikit ada rasa "iri" saat membaca catatan kecilmu. Seakan kau akan terbang jauh meninggalkan lemahnya kepakan sayapku. Seakan kau ingin mendahului langkah lamban ini tanpa ampun.
Ah..andai aku mampu bertahan dan terus berusaha berada di depanmu, karena memang sedari awal begitu..
Hmmm..dan sepertinya aku harus bekerja keras untuk bertahan. Kaupun bisa, dan aku, juga harus bisa.
:)
2015, Im coming, insyaALLah.
Sedikit ada rasa "iri" saat membaca catatan kecilmu. Seakan kau akan terbang jauh meninggalkan lemahnya kepakan sayapku. Seakan kau ingin mendahului langkah lamban ini tanpa ampun.
Ah..andai aku mampu bertahan dan terus berusaha berada di depanmu, karena memang sedari awal begitu..
Hmmm..dan sepertinya aku harus bekerja keras untuk bertahan. Kaupun bisa, dan aku, juga harus bisa.
:)
2015, Im coming, insyaALLah.
Friday, 5 July 2013
Summer Autumn
Thursday, 4 July 2013
Saat Tak Terlupakan
Sayang… aku telah merencanakan sesuatu untukmu nanti. Sesuatu yang mungkin tak akan pernah kau lupakan untuk seumur hidupmu.
Sayang… aku akan mengepalkan tanganku, 'menonjok lembut' telak di wajahmu. Aku akan mencubit pinggangmu juga lengan mu dengan kencang. Tepat setelah ijab qabul kita nanti. Kau tahu mengapa sayang..???
Karena kau telah membuatku begitu lama menunggumu. Aku telah begitu sesaknya menahan kerinduan ini, kerinduan saat-saat kau mendatangiku dengan sebuah ikrar yang Allah menjadi saksinya. Kau tahu sayang… telah berlembar-lembar halaman hatiku habis hanya untuk menuliskan tanda tanya yang kian meresahkan. Membuat impuls – impuls di otakku terus bekerja memecahkan teka-teki silang yang belum juga terselesaikan hingga kehadiranmu.
Ah… kau begitu mengesalkanku… Maafkanlah sayang…
Sayang… Ketahuilah saat ijab qabul itu pula.. Sesungguhnya, bukanlah kekesalanku yang tumpah ruah.. melainkan letupan cinta yang telah susah payah aku jaga agar berlabuh pada waktu dan orang yang tepat.. yang tak bisa lagi ku bendung untuk bersegera menuai pahala…
Sesungguhnya merekah bunga cintaku yang begitu suci akan memancar di merah semu wajahku. Pancaran bahagia yang kau beri akan berbinar indah di mataku. Akankah kau menangkapnya..???
Sayang… kepalan tanganku saat itulah yang telah kuat menggenggam azzam untuk bersetia berbakti kepadamu atas perintah-Nya.
Lentik jemariku ketika mencubitmu saat itulah yang akan terus berpaut pada lenganmu juga pinggangmu dengan segenap cinta dan sayang. Menyayangimu, mencintaimu juga buah hati kita kelak atas nama cinta-Nya.
Sayang… Semoga semua itu tak kan terlupakan seumur hidupmu…
Sayang… Pahamilah atas ketidaksabaranku ini.. Sikap kekanak-kanakanku..
Karena sebenarnya aku pun sedang belajar untuk menjadi seorang isteri yang sholehah sekaligus ibu yang lembut saat bersama mu nanti.
Sayang… berjanjilah untuk tetap menempatkanku dekat di hatimu. Memberikan tangan kokohmu untuk memegangku kuat menuju Rabb kita.. Bukankah kita ingin bahagia disini dan disana nanti…
( Buatmu sayang… yang aku tak tahu siapa dan kapan datangnya… )
http://www.facebook.com/media/set/?set=a.123766067766905.31500.100536116756567&type=1
Sayang… aku akan mengepalkan tanganku, 'menonjok lembut' telak di wajahmu. Aku akan mencubit pinggangmu juga lengan mu dengan kencang. Tepat setelah ijab qabul kita nanti. Kau tahu mengapa sayang..???
Karena kau telah membuatku begitu lama menunggumu. Aku telah begitu sesaknya menahan kerinduan ini, kerinduan saat-saat kau mendatangiku dengan sebuah ikrar yang Allah menjadi saksinya. Kau tahu sayang… telah berlembar-lembar halaman hatiku habis hanya untuk menuliskan tanda tanya yang kian meresahkan. Membuat impuls – impuls di otakku terus bekerja memecahkan teka-teki silang yang belum juga terselesaikan hingga kehadiranmu.
Ah… kau begitu mengesalkanku… Maafkanlah sayang…
Sayang… Ketahuilah saat ijab qabul itu pula.. Sesungguhnya, bukanlah kekesalanku yang tumpah ruah.. melainkan letupan cinta yang telah susah payah aku jaga agar berlabuh pada waktu dan orang yang tepat.. yang tak bisa lagi ku bendung untuk bersegera menuai pahala…
Sesungguhnya merekah bunga cintaku yang begitu suci akan memancar di merah semu wajahku. Pancaran bahagia yang kau beri akan berbinar indah di mataku. Akankah kau menangkapnya..???
Sayang… kepalan tanganku saat itulah yang telah kuat menggenggam azzam untuk bersetia berbakti kepadamu atas perintah-Nya.
Lentik jemariku ketika mencubitmu saat itulah yang akan terus berpaut pada lenganmu juga pinggangmu dengan segenap cinta dan sayang. Menyayangimu, mencintaimu juga buah hati kita kelak atas nama cinta-Nya.
Sayang… Semoga semua itu tak kan terlupakan seumur hidupmu…
Sayang… Pahamilah atas ketidaksabaranku ini.. Sikap kekanak-kanakanku..
Karena sebenarnya aku pun sedang belajar untuk menjadi seorang isteri yang sholehah sekaligus ibu yang lembut saat bersama mu nanti.
Sayang… berjanjilah untuk tetap menempatkanku dekat di hatimu. Memberikan tangan kokohmu untuk memegangku kuat menuju Rabb kita.. Bukankah kita ingin bahagia disini dan disana nanti…
( Buatmu sayang… yang aku tak tahu siapa dan kapan datangnya… )
http://www.facebook.com/media/set/?set=a.123766067766905.31500.100536116756567&type=1
Monday, 17 June 2013
Catatan Rahasia Ayah
Pengaguman tiada batas teruntuk ayahanda, pernikahan beliau dengan ibu yang terhitung sudah tidak muda lagi bagiku. Putra tunggal ayah.
Selama aku hidup, tidak pernah sekalipun mereka bertengkar. Ini adalah alasan mengapa aku begitu kagum pada beliau. Aku begitu ingin meneladani apa yang beliau teladankan padaku, juga pada para pembaca tentunya.
Setelah tiba hari pernikahanku, aku bertekad untuk menjaga keyakinanku untuk selalu menjaga agar tidak terjadi pertengkaran dalam rumah tangga kami seperti halnya rumah tangga ayah waktu itu.
Namun entahlah, selang beberapa bulan pernikahan kami, hal-hal kecil selalu menjadi masalah. Hingga pada suatu hari aku tidak tahan dan dengan hati gontai ku langkahkan kaki kerumah untuk bercerita dan meminta nasihat kepada ayah.
Mendengar panjang lebar kesahku, beliaupun pergi ke kamar dan tampak membawa sesuatu keluar untuk beliau perlihatkan padaku.
Sebuah tumpukan kertas yang sudah tidak baru lagi, usang berdebu. sepertinya tumpukan kertas ini melebihi usiaku sendiri. Entahlah...Aku memilih untuk menunggu beliau bercerita saja.
Beliau mulai pembicaraan kami dengan senyum haru, senyum bangga, dan kadang sedikit tampak fikiran beliau menerawang, pandangan mengenang.
"Nak.."
sapa beliau memecah keheningan. "Kau tahu ini? ya,,ini adalah tulisanku. "
Sesekali kuamati satu persatu kertas dalam tumpukan itu. Memang benar, ini tulisan beliau. Berisi tentang semua hal baik mengenai ibu. Namun ada hal yang ingin aku tanyakan, mengapa tulisannya bermacam-macam? Ada yang miring-miring, tidak begitu jelas karena mungkin terlalu cepat menulisnya, juga ada yang sampai kertasnya berlubang.
"Begitulah ayahmu ini...masa-masa sulit, menjengkelkan dalam rumah tangga itu hal biasa. namun yang harus kau tahu, ada banyak cara bagaimana kita menyikapi hal itu. Dan yang ayah lakukan adalah mengingat baik-baik hal positif dari ibumu. menulis semua kebaikan ibumu dengan emosi yang meluap itu, dan berangsur-angsur, api itupun reda. dan sisanya, hanyalah cintaku yang semakin subur untuk ibumu. Dan hal ini juga yang ibumu lakukan saat ia kesal pada ayah. " beliau terkekeh.
Cinta itu, akan selalu memaafkan.
:)
Andai kau sadari.
:)
Selama aku hidup, tidak pernah sekalipun mereka bertengkar. Ini adalah alasan mengapa aku begitu kagum pada beliau. Aku begitu ingin meneladani apa yang beliau teladankan padaku, juga pada para pembaca tentunya.
Setelah tiba hari pernikahanku, aku bertekad untuk menjaga keyakinanku untuk selalu menjaga agar tidak terjadi pertengkaran dalam rumah tangga kami seperti halnya rumah tangga ayah waktu itu.
Namun entahlah, selang beberapa bulan pernikahan kami, hal-hal kecil selalu menjadi masalah. Hingga pada suatu hari aku tidak tahan dan dengan hati gontai ku langkahkan kaki kerumah untuk bercerita dan meminta nasihat kepada ayah.
Mendengar panjang lebar kesahku, beliaupun pergi ke kamar dan tampak membawa sesuatu keluar untuk beliau perlihatkan padaku.
Sebuah tumpukan kertas yang sudah tidak baru lagi, usang berdebu. sepertinya tumpukan kertas ini melebihi usiaku sendiri. Entahlah...Aku memilih untuk menunggu beliau bercerita saja.
Beliau mulai pembicaraan kami dengan senyum haru, senyum bangga, dan kadang sedikit tampak fikiran beliau menerawang, pandangan mengenang.
"Nak.."
sapa beliau memecah keheningan. "Kau tahu ini? ya,,ini adalah tulisanku. "
Sesekali kuamati satu persatu kertas dalam tumpukan itu. Memang benar, ini tulisan beliau. Berisi tentang semua hal baik mengenai ibu. Namun ada hal yang ingin aku tanyakan, mengapa tulisannya bermacam-macam? Ada yang miring-miring, tidak begitu jelas karena mungkin terlalu cepat menulisnya, juga ada yang sampai kertasnya berlubang.
"Begitulah ayahmu ini...masa-masa sulit, menjengkelkan dalam rumah tangga itu hal biasa. namun yang harus kau tahu, ada banyak cara bagaimana kita menyikapi hal itu. Dan yang ayah lakukan adalah mengingat baik-baik hal positif dari ibumu. menulis semua kebaikan ibumu dengan emosi yang meluap itu, dan berangsur-angsur, api itupun reda. dan sisanya, hanyalah cintaku yang semakin subur untuk ibumu. Dan hal ini juga yang ibumu lakukan saat ia kesal pada ayah. " beliau terkekeh.
Cinta itu, akan selalu memaafkan.
:)
Andai kau sadari.
:)
Thursday, 23 May 2013
Tugas UAS Semester IV PBA UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Pada intinya, hari ini hari pegel sedunia. Bangun pagi pagi dan harus nge-check sederetan List tugas kampus, ditambah harus kuliah dengan mata bengkak. its okey. Setidaknya ada kaca mata yang setia nempel di ransel ini.
Tugas menunggu :
A. Media Pembelajaran B Arab
- Buku teks (Buat bahan ajar untuk kelas VIII Mts, alamaharah kitabah, smt 2)
- Rekaman (Sesuai Bahan ajar)
- Video (Video arab sebanyak-banyaknya)
- Slide (Sesuai Bahan ajar)
- Percobaan Lectora dengan materi sesuai bahan ajar yang sudah jadi
B. Metode Penelitian Pendidikan Bahasa II
- Wawancara (Tema bebas, harus disertakan rekaman+dokumentasi foto dalam laporan)
- Pengamatan (Laporan pengamatan)
- Mengkritisi Skripsi
C. Kitabah
-Menyiapkan bahan UAS tentang muqodimah, isi dan takhtim.
Destya, Desty Prasetya binti pininta...come on!!!stand up!Tugas-tugas semacam ini tidak akan kau temukan setelah wisuda nanti..akan kau rindukan saat kau tidak lagi berada di bangku perkuliahan. Jadi, mana senyumnya?
SMANGAT!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
^_^
Tugas menunggu :
A. Media Pembelajaran B Arab
- Buku teks (Buat bahan ajar untuk kelas VIII Mts, alamaharah kitabah, smt 2)
- Rekaman (Sesuai Bahan ajar)
- Video (Video arab sebanyak-banyaknya)
- Slide (Sesuai Bahan ajar)
- Percobaan Lectora dengan materi sesuai bahan ajar yang sudah jadi
B. Metode Penelitian Pendidikan Bahasa II
- Wawancara (Tema bebas, harus disertakan rekaman+dokumentasi foto dalam laporan)
- Pengamatan (Laporan pengamatan)
- Mengkritisi Skripsi
C. Kitabah
-Menyiapkan bahan UAS tentang muqodimah, isi dan takhtim.
Destya, Desty Prasetya binti pininta...come on!!!stand up!Tugas-tugas semacam ini tidak akan kau temukan setelah wisuda nanti..akan kau rindukan saat kau tidak lagi berada di bangku perkuliahan. Jadi, mana senyumnya?
SMANGAT!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
^_^
TwentySecond's
Sudah habis terkuras airmataku malam ini. Entah karena tidak ingin kehilangan, kecewa yang berkepanjangan yang berakibat mangkel se mangkel-mangkelnya, atau mungkin karena insiden "ketahuan" pak X, salah seorang ustadz pondok yang tidak sengaja tahu pertemuanku dengan mas petang ini.
Hei...di pondok ini tidak ada peraturan tidak di izinkan bertemu non mahrom. bahkan kurasa biasa saja anak-anak lain selama ini saat bertemu dengan "entah siapa"nya. Peraturannya hanya TIDAK DIPERKENANKAN BONCENGAN. Itu saja. Lagipula pertemuanku dengan mas bukan pertemuan-pertemuan yang tanpa tujuan. Ada sesuatu yang harus aku sampaikan pada mas hari itu juga. Dan malangnya, mas hanya punya waktu petang itu. Hhh..terserah bapak lah mau beranggapan bagaimana. Toh saya sudah izin ke pihak keamanan pondok mengenai hal ini bahkan sebelum bapak tahu menahu dan campur tangan atas kepentingan pribadi saya.
Bapak ingin berkomentar tentang E T I K A ?
its oke saya salah. Namun setidaknya bapak tidak menghakimi saya secara frontal seperti ini.
HUH................
Cukup.cukup untuk cerita tentang bapak-bapak itu. sekarang, mengenai "tidak ingin kehilangan" itu, awalnya aku putuskan untuk menyudahi semuanya. Tentang cinta, mimpi-mimpi kita dan harapan mawaddah suatu hari nanti. Harus aku akui aku sudah terlanjur sayang. Dan kau tahu, seberapapun marah dan kecewanya diri ini pada orang yang sudah kita sayang, sebetapapun sakitnya, cinta itu akan selalu memaafkan. Benar saja, pagi ini juga aku putuskan untuk bersikap seperti biasa pada mas. Ingetke kuliah, tugas...ya..seperti seakan-akan kemarin tidak ada masalah sedikitpun, tepatnya berkat insiden tangis-menangis semalaman tadi yang berhasil menghabiskan seluruh "uneg-uneg" yang akhirnya meluluh lantakkan kembali hati ini menjadi berada di derajat normal lagi.
Ya...siapa yang tidak paham dengan tabiat "Jengkel Lombok"ku...
Dan untuk insiden-insiden hari ini, aku hanya bisa terus berterimakasih pada adil-Mu Tuhan..
Sungguh aku terlampau awam untuk mengerti betapa ingin Kau tunjukkan hal yang tidak aku tahu.
Wallaahu a'lam.
Semoga semuanya baik..
aamiin..
:)
Hei...di pondok ini tidak ada peraturan tidak di izinkan bertemu non mahrom. bahkan kurasa biasa saja anak-anak lain selama ini saat bertemu dengan "entah siapa"nya. Peraturannya hanya TIDAK DIPERKENANKAN BONCENGAN. Itu saja. Lagipula pertemuanku dengan mas bukan pertemuan-pertemuan yang tanpa tujuan. Ada sesuatu yang harus aku sampaikan pada mas hari itu juga. Dan malangnya, mas hanya punya waktu petang itu. Hhh..terserah bapak lah mau beranggapan bagaimana. Toh saya sudah izin ke pihak keamanan pondok mengenai hal ini bahkan sebelum bapak tahu menahu dan campur tangan atas kepentingan pribadi saya.
Bapak ingin berkomentar tentang E T I K A ?
its oke saya salah. Namun setidaknya bapak tidak menghakimi saya secara frontal seperti ini.
HUH................
Cukup.cukup untuk cerita tentang bapak-bapak itu. sekarang, mengenai "tidak ingin kehilangan" itu, awalnya aku putuskan untuk menyudahi semuanya. Tentang cinta, mimpi-mimpi kita dan harapan mawaddah suatu hari nanti. Harus aku akui aku sudah terlanjur sayang. Dan kau tahu, seberapapun marah dan kecewanya diri ini pada orang yang sudah kita sayang, sebetapapun sakitnya, cinta itu akan selalu memaafkan. Benar saja, pagi ini juga aku putuskan untuk bersikap seperti biasa pada mas. Ingetke kuliah, tugas...ya..seperti seakan-akan kemarin tidak ada masalah sedikitpun, tepatnya berkat insiden tangis-menangis semalaman tadi yang berhasil menghabiskan seluruh "uneg-uneg" yang akhirnya meluluh lantakkan kembali hati ini menjadi berada di derajat normal lagi.
Ya...siapa yang tidak paham dengan tabiat "Jengkel Lombok"ku...
Dan untuk insiden-insiden hari ini, aku hanya bisa terus berterimakasih pada adil-Mu Tuhan..
Sungguh aku terlampau awam untuk mengerti betapa ingin Kau tunjukkan hal yang tidak aku tahu.
Wallaahu a'lam.
Semoga semuanya baik..
aamiin..
:)
Monday, 20 May 2013
GALOOO
Bagiku bukan hanya mas yang membuatku ingin selalu menjaga hubungan ini. Bukan hanya semata karena cinta. Terlebih karena Dia memberiku keluarga baru yang begitu baik padaku. Takdir-Nya adalah sebuah kepastian yang aku atau siapapun di muka bumi ini tidak bisa tawar. Namun mungkin, keberadaan mereka dalam hidupku, tidak akan berubah walau mas bukan yang tertakdir untukku..
Berat ku katakan "bukan yang tertakdir". Namun aku bisa apa?selain pasrah dan terus mengajukan proposal atas tulang rusuk ini.
Dan pada akhirnya aku hanya harus terus tersenyum mengamini keyakinan mas yang justru berbanding seratus delapan puluh derajat denganku. Jujur, aku tidak mampu jika harus melihat mas bersanding dengan selainku. Aku pengecut.
Berat ku katakan "bukan yang tertakdir". Namun aku bisa apa?selain pasrah dan terus mengajukan proposal atas tulang rusuk ini.
Dan pada akhirnya aku hanya harus terus tersenyum mengamini keyakinan mas yang justru berbanding seratus delapan puluh derajat denganku. Jujur, aku tidak mampu jika harus melihat mas bersanding dengan selainku. Aku pengecut.
Thursday, 16 May 2013
Sejarah Judul Blog Penulis
"KISAH KLASIK"
Semula penulis cukup dibuat pusing atas pertanyaan si blog "judul blog???" yang sebenernya g tanya penulis sama sekali.
Ada banyak options yang penulis tulis di daftar list, ini dia :
- Desty Prasetya
Simple, Elegan , Ngeksist abis, dan g kreatip pastinya.
- Syaimaa' Zulfa
Pengen ngeksis lagi walopun sebenernya pembaca g faham kenapa nama Desty Prasetya milih nama Syaimaa' Zulfa sebagai nama akun di mana-mana. dan juga, sebenernya kan nama ini adalah tokoh utama dalam sebuah cerpen Sepenggal Kisah Yang Tak Kembali"nya penulis??!!
- Biru Langit
Simple, mudah ditemuin server, bahasanya ringan, tapi uda banyak banget yang pake judul ini.Lagian penulis juga kena radiasi dari temen kamar yang ngusulin judul ini ke penulis. Artinya, g kreatip. Lagi.
- Embun di Pagi Hari
Sumpah penulis pengen muntah bacanya!!!
pemirsa, siapa diantara kalian yang tidak tahu menahu bahwasanya Embun itu Keluarnya memang pagi hari doang???hmmm???CORET.
- Pelangi
simple. tapi kebayang g, penulis bakal punya sodara-sodara blog lain yang namanya bintang, bulan, matahari dan jenis benda-benda langit lainya.Tidaaaaak!!!
Opsi terakhir,
- Penulis lagi dengerin musik, kemudian terinspirasi dari sebuah judul lagu, yang juga sekaligus judul albumnya The Star Band, Sheila On 7, Kisah Klasik.
Nah, Alasan mengapa blog ini penulis beri nama "Kisah Klasik" karena selain kisah yang penulis tulis adalah kisah-kisah sederhana, dua kata itu juga diambil dari sebuah judul album yang super dari band favorit penulis, Sheila On 7.
Semula penulis cukup dibuat pusing atas pertanyaan si blog "judul blog???" yang sebenernya g tanya penulis sama sekali.
Ada banyak options yang penulis tulis di daftar list, ini dia :
- Desty Prasetya
Simple, Elegan , Ngeksist abis, dan g kreatip pastinya.
- Syaimaa' Zulfa
Pengen ngeksis lagi walopun sebenernya pembaca g faham kenapa nama Desty Prasetya milih nama Syaimaa' Zulfa sebagai nama akun di mana-mana. dan juga, sebenernya kan nama ini adalah tokoh utama dalam sebuah cerpen Sepenggal Kisah Yang Tak Kembali"nya penulis??!!
- Biru Langit
Simple, mudah ditemuin server, bahasanya ringan, tapi uda banyak banget yang pake judul ini.Lagian penulis juga kena radiasi dari temen kamar yang ngusulin judul ini ke penulis. Artinya, g kreatip. Lagi.
- Embun di Pagi Hari
Sumpah penulis pengen muntah bacanya!!!
pemirsa, siapa diantara kalian yang tidak tahu menahu bahwasanya Embun itu Keluarnya memang pagi hari doang???hmmm???CORET.
- Pelangi
simple. tapi kebayang g, penulis bakal punya sodara-sodara blog lain yang namanya bintang, bulan, matahari dan jenis benda-benda langit lainya.Tidaaaaak!!!
Opsi terakhir,
- Penulis lagi dengerin musik, kemudian terinspirasi dari sebuah judul lagu, yang juga sekaligus judul albumnya The Star Band, Sheila On 7, Kisah Klasik.
Nah, Alasan mengapa blog ini penulis beri nama "Kisah Klasik" karena selain kisah yang penulis tulis adalah kisah-kisah sederhana, dua kata itu juga diambil dari sebuah judul album yang super dari band favorit penulis, Sheila On 7.
Dia sebut kami, Bocah-bocah Ajaibku..
Ehm..Jadi begini ceritanya..
Berawal dari "ketidaksengajaan" pertemuan kita (penulis, Nida Haromain dan Abang) dalam sebuah acara pernikahan di salah seorang temen pondok kami (temenku dan temen nida di pondok, yang juga kebetulan temen abang dari temennya) di daerah Lumajang, Jawatimur.
Sebelumnya kami belum pernah bertemu sekalipun.Terlebih kenal. pernah mungkin sesekali kita bertemu. Tapi "muspro" (dalam bahasa kasarnya yang berarti "sia-sia") bukan, jika bertemu tapi belum saling kenal?
Kemudian, cerita ini berlanjut pada .........
Berawal dari "ketidaksengajaan" pertemuan kita (penulis, Nida Haromain dan Abang) dalam sebuah acara pernikahan di salah seorang temen pondok kami (temenku dan temen nida di pondok, yang juga kebetulan temen abang dari temennya) di daerah Lumajang, Jawatimur.
Sebelumnya kami belum pernah bertemu sekalipun.Terlebih kenal. pernah mungkin sesekali kita bertemu. Tapi "muspro" (dalam bahasa kasarnya yang berarti "sia-sia") bukan, jika bertemu tapi belum saling kenal?
Kemudian, cerita ini berlanjut pada .........
Sebuah D'oa
Sudah aku genggam erat namamu dalam setiap deretan do'aku.berharap ALLah menimbang baik-baik, mempertimbangkan kau sebagai jodoh dari-Nya.pun kau bukan yang tertulis di lauhul mahfudzku.
Tuhan..aku menyayanginya.karena-Mu.karena melalui dia aku ingin berubah menjadi baik Tuhan..
Kumohon..jadikan dia imamku, ayah dari putra-putri yang akan Engkau titipkan pada kami..
Dan lindungi dia dalam penjagaan terbaik-Mu..
Aamiin..
Tuhan..aku menyayanginya.karena-Mu.karena melalui dia aku ingin berubah menjadi baik Tuhan..
Kumohon..jadikan dia imamku, ayah dari putra-putri yang akan Engkau titipkan pada kami..
Dan lindungi dia dalam penjagaan terbaik-Mu..
Aamiin..
Tuesday, 14 May 2013
Aku, Ridha..
Bagian yang tidak pernah aku mengerti tentangmu, adalah bagaimana cara pandangmu menilaiku.
Pentingkah?
jawabku, YA.
kamu itu orang penting. tidak usah menungguku mengatakan hal itu harusnya kamu sudah paham.bahkan, terlampau paham kurasa..
Mmmm...tentang sudut pandang itu..mungkin kau akan izinkan aku tahu setelah perjalanan panjang kita nanti.
aku akan bersabar..
pasti.
:)
Dan tentang mimpimu, tentang lima tahun perasinganmu, aku ridha.
semoga..mimpimu terwujud.
pergilah..
Allah akan selalu menjagamu, dalam penjagaan terbaik-Nya.
Cinta ini, akan selalu terurai menjadi bait-bait do'a terindah.untukmu.
09.00am
15may13
Pentingkah?
jawabku, YA.
kamu itu orang penting. tidak usah menungguku mengatakan hal itu harusnya kamu sudah paham.bahkan, terlampau paham kurasa..
Mmmm...tentang sudut pandang itu..mungkin kau akan izinkan aku tahu setelah perjalanan panjang kita nanti.
aku akan bersabar..
pasti.
:)
Dan tentang mimpimu, tentang lima tahun perasinganmu, aku ridha.
semoga..mimpimu terwujud.
pergilah..
Allah akan selalu menjagamu, dalam penjagaan terbaik-Nya.
Cinta ini, akan selalu terurai menjadi bait-bait do'a terindah.untukmu.
09.00am
15may13
We're diamonds in the sky
Orang Orang yg Merindu , Namun tetap bisa menjaga kehormatan perasaannya , Takut sekali berbuat dosa , memilih senyap , terus memperbaiki diri hingga waktu memberikan kabar Baik , Boleh jadi Doa Doa nya menguntai Tangga yg indah hingga ke langit , Kalaupun akhirnya tidak bisa bersama dengan dirindukan , Boleh jadi Akan diganti sama Alloh dgn yg lebih Baik.........
jadi , jangan pernah mendikte Takdir Alloh...
Jadi , Jangan pernah memaksakan kehendakmu utk memilikinya ....
kita tak perlu berjanji apa apa....
Tak perlu berjanji utk bertemu kapan dan dimana .....
Tak perlu saling memberatkan satu sama lain dengan sebuah janji yg belum tentu bisa kita tepati....
Tak perlu membebani satu sama lain dengan memaksa kan kehendak supayabisa memilikinya....
Ingat......... !!!!
Jangan pernah mendahului kehendak Illaahi Robbi...
Bila Jodoh , tanpa janji janji pun kita pasti bisa bersama....
Bila jodoh , Tanpa memaksa pun kita bisa memilikinya...
Bila jodoh , Aku takkan kemana mana...
Bila Jodoh , kau pun tak akan kemana mana...
jadi , jangan pernah mendikte Takdir Alloh...
Jadi , Jangan pernah memaksakan kehendakmu utk memilikinya ....
kita tak perlu berjanji apa apa....
Tak perlu berjanji utk bertemu kapan dan dimana .....
Tak perlu saling memberatkan satu sama lain dengan sebuah janji yg belum tentu bisa kita tepati....
Tak perlu membebani satu sama lain dengan memaksa kan kehendak supayabisa memilikinya....
Ingat......... !!!!
Jangan pernah mendahului kehendak Illaahi Robbi...
Bila Jodoh , tanpa janji janji pun kita pasti bisa bersama....
Bila jodoh , Tanpa memaksa pun kita bisa memilikinya...
Bila jodoh , Aku takkan kemana mana...
Bila Jodoh , kau pun tak akan kemana mana...
Ketika ALLah Mencintamu
Bismillah... KETIKA ALLAH TELAH MENCINTAIMU
Maka ALLAH akan melindungimu, memberikan petunjuk padamu,mengabulkan setiap keinginan hatimu jika itu untuk kebaikanmu sebelum bibir mengucapkan permohonanmu,dan senantiasa memudahkan segala urusanmu serta senantiasa memberikan yang terbaik untukmu..
Dan semua itu ALLAH berikan sebagai salah satu tanda rasa cinta ALLAH padamu..
Dan tiadalah ALLAH akan mencintaimu kecuali salah satunya kau senantiasa meningkatkan imanmu dengan senantiasa memperbaiki dan membersihkan hatimu,memperbaiki akhlak dan ibadahmu,penampilanmu serta memperbaiki pergaulanmu karena ALLAH, sampe benar-benar ALLAH mencintaimu..
Karena sesungguhnya ALLAH selalu ada cinta bagi siapapun yang mencarinya dan yang bersungguh-sungguh dijalan NYA..
Maka ALLAH akan melindungimu, memberikan petunjuk padamu,mengabulkan setiap keinginan hatimu jika itu untuk kebaikanmu sebelum bibir mengucapkan permohonanmu,dan senantiasa memudahkan segala urusanmu serta senantiasa memberikan yang terbaik untukmu..
Dan semua itu ALLAH berikan sebagai salah satu tanda rasa cinta ALLAH padamu..
Dan tiadalah ALLAH akan mencintaimu kecuali salah satunya kau senantiasa meningkatkan imanmu dengan senantiasa memperbaiki dan membersihkan hatimu,memperbaiki akhlak dan ibadahmu,penampilanmu serta memperbaiki pergaulanmu karena ALLAH, sampe benar-benar ALLAH mencintaimu..
Karena sesungguhnya ALLAH selalu ada cinta bagi siapapun yang mencarinya dan yang bersungguh-sungguh dijalan NYA..
Tuesday, 7 May 2013
Anak anak ibu
sumpah aku kangen keluarga ini..
- - - FOTO KELUARGA - - -
dan suatu hari nanti pasti akan sangat rindu.karna mungkin aku akan tinggal jauh dari sini. atau mungkin tidak akan meninggalkannya kemanapun.
pernah suatu kali, saat aku coba tanya soal bagaimana tinggalku dan tinggal saudariku saat kita udah sama-sama bersuami.
dengan "legowo" ibuk menjaawab,
"ibuk pasrah mbak..."
ibuk tersenyum penuh wibawa..
:)
senyum yang kadar "keberatan"nya tidak bisa beliau tutupi dari ku, putri sulungnya..
- - -
ibuk...
jangan lagi berkata demikian padaku..
tidak buk..aku ataupun adik tidak akan pernah membiarkan ibuk bapak sendiri..
biar kami belajar bagaimana itu berbakti,
biar kami belajar bagaimana arti kami untuk ibuk bapak..
we stiLL here mom.
:)
- - - FOTO KELUARGA - - -
dan suatu hari nanti pasti akan sangat rindu.karna mungkin aku akan tinggal jauh dari sini. atau mungkin tidak akan meninggalkannya kemanapun.
pernah suatu kali, saat aku coba tanya soal bagaimana tinggalku dan tinggal saudariku saat kita udah sama-sama bersuami.
dengan "legowo" ibuk menjaawab,
"ibuk pasrah mbak..."
ibuk tersenyum penuh wibawa..
:)
senyum yang kadar "keberatan"nya tidak bisa beliau tutupi dari ku, putri sulungnya..
- - -
ibuk...
jangan lagi berkata demikian padaku..
tidak buk..aku ataupun adik tidak akan pernah membiarkan ibuk bapak sendiri..
biar kami belajar bagaimana itu berbakti,
biar kami belajar bagaimana arti kami untuk ibuk bapak..
we stiLL here mom.
:)
Harus, kah?
April 2013
Aku..
ya, aku yang memulai semua ini. Lantas sekarang aku yang mulai ingin mengakhiri sandiwara ini.
_terisak_
Pagi itu..seperti biasa saat semuanya sibuk mempersiapkan diri untuk berangkat kekampus, karna hari itu aku masuk kuliah siang, jadi aku iseng membuka-buka file photo salah seorang teman kamarku, novi.
kenangan saat kita bareng-bareng ke Dieng, kemudian saat kita foto-foto narsis di sebuah mall di jogja...yah...hanya foto-foto ini yang rajin kulihat saat aku merasa bosan di kamar.
sebentar, terlihat satu gambar asing. Kali ini gambar itu harus ku “Zoom in-zoom in” untuk beberapa kali. Poster pengumuman beasiswa universitas Al-ahgaff yaman 2013.
“mas”
Hanya nama itu yang ku ingat.
Sebuah mimpi yang sempat tertunda. Sebuah mimpi yang hingga detik ini menjadikan mas masih berada di sini. Di atmosfir asingku, membawa janji masa depan lebih baik bersama mimpi kuliah di luar negeri itu.
Tanpa berpikir panjang, sergap aku kabarkan berita bahagia ini pada mas. Berharap secercah cahaya ini mampu mengembalikan senyum mimpi-mimpi itu padanya.
Dan waktu seakan berjalan begitu lamban bersama siksaan yang ku buat sendiri ini. Mas mulai sibuk dengan persiapan pendaftaran. Dan aku mulai sibuk tersenyum menyemangatimu dari sini. Dengan menangis.
---
Mas..hati ini tulus ingin membersamai mimpimu..
namun entahlah..
berat.begitu beratnya hingga aku tak mampu menyembunyikan airmata ini dari hadapanmu
Alasan apa yang mampu membuatku bertahan hingga titik ini jika bukan mas?
Alasan apa lagi yang mampu membuatku tetap tersenyum bahkan saat tidak ada ruang lagi untukku bernafas di sini?
Haruskah mas pergi..
Bahagiamu adalah bahagia tiada dua untukku..
semoga..Tuhan memberimu yang terbaik dari do’a-do’a kita..
selalu berharap yang terbaik, untukmu..
---
Adek
01.00pm
03may2013
Aku..
ya, aku yang memulai semua ini. Lantas sekarang aku yang mulai ingin mengakhiri sandiwara ini.
_terisak_
Pagi itu..seperti biasa saat semuanya sibuk mempersiapkan diri untuk berangkat kekampus, karna hari itu aku masuk kuliah siang, jadi aku iseng membuka-buka file photo salah seorang teman kamarku, novi.
kenangan saat kita bareng-bareng ke Dieng, kemudian saat kita foto-foto narsis di sebuah mall di jogja...yah...hanya foto-foto ini yang rajin kulihat saat aku merasa bosan di kamar.
sebentar, terlihat satu gambar asing. Kali ini gambar itu harus ku “Zoom in-zoom in” untuk beberapa kali. Poster pengumuman beasiswa universitas Al-ahgaff yaman 2013.
“mas”
Hanya nama itu yang ku ingat.
Sebuah mimpi yang sempat tertunda. Sebuah mimpi yang hingga detik ini menjadikan mas masih berada di sini. Di atmosfir asingku, membawa janji masa depan lebih baik bersama mimpi kuliah di luar negeri itu.
Tanpa berpikir panjang, sergap aku kabarkan berita bahagia ini pada mas. Berharap secercah cahaya ini mampu mengembalikan senyum mimpi-mimpi itu padanya.
Dan waktu seakan berjalan begitu lamban bersama siksaan yang ku buat sendiri ini. Mas mulai sibuk dengan persiapan pendaftaran. Dan aku mulai sibuk tersenyum menyemangatimu dari sini. Dengan menangis.
---
Mas..hati ini tulus ingin membersamai mimpimu..
namun entahlah..
berat.begitu beratnya hingga aku tak mampu menyembunyikan airmata ini dari hadapanmu
Alasan apa yang mampu membuatku bertahan hingga titik ini jika bukan mas?
Alasan apa lagi yang mampu membuatku tetap tersenyum bahkan saat tidak ada ruang lagi untukku bernafas di sini?
Haruskah mas pergi..
Bahagiamu adalah bahagia tiada dua untukku..
semoga..Tuhan memberimu yang terbaik dari do’a-do’a kita..
selalu berharap yang terbaik, untukmu..
---
Adek
01.00pm
03may2013
Thursday, 7 February 2013
DIAM
cinta itu menjaga dan menghargai...
bisakah ku temui cinta daLam dirimu?
sedang seLaLu yang ada aku sakit karenamu...
aku sedang ingin bertahan
aku sedang ingin menyimak arti dari kecewaku yang berulang-ulang ini
aku sedang menerka-nerka sisi baik dari sakit ini
aku sedang ingin selalu mencintaimu
mengapa?
mengapa tak kau beri aku ruang untuk memahami?
mengapa tak kau beri aku ruang untuk mengeja semua ini...
tidak inginkah kau tau apa yang aku rasa...
berbagi sakit kurasa kau tak bisa..
aku...tidak seharusnya menyerah
namun diam akan lebih dari cukup
agar kau mengerti,
aku masih ingin membersamai cinta ini..
bisakah ku temui cinta daLam dirimu?
sedang seLaLu yang ada aku sakit karenamu...
aku sedang ingin bertahan
aku sedang ingin menyimak arti dari kecewaku yang berulang-ulang ini
aku sedang menerka-nerka sisi baik dari sakit ini
aku sedang ingin selalu mencintaimu
mengapa?
mengapa tak kau beri aku ruang untuk memahami?
mengapa tak kau beri aku ruang untuk mengeja semua ini...
tidak inginkah kau tau apa yang aku rasa...
berbagi sakit kurasa kau tak bisa..
aku...tidak seharusnya menyerah
namun diam akan lebih dari cukup
agar kau mengerti,
aku masih ingin membersamai cinta ini..
Monday, 21 January 2013
Wednesday, 26 December 2012
I'm just here
Ndaa..seberapapun aku terlihat rapuh karna airmata yang sering kau lihat dari dua mata ini, tahu kah Ndaa bahwa itu adalah airmata sayangku yang sudah tidak bisa aku bendung lagi..
Air mata isyarat cinta yang sudah tidak bisa aku urai dengan kalimat dan hanya bisa ku ejakan padamu dengan tetes demi tetes airmataku..
Aku sudah teramat jauh menjatuhkan hati ini padamu..
Sudah teramat ke akuanku ku kau kan..
Sudah terlanjur biru dari putihku ini adalah birumu..
Dan putihkupun telah menyamar dalam birumu..
Jika sudah seperti ini,
Tidak ada satupun alasan lagi untukku pergi
Pun kau bukan pemilik patahan tulang rusuk ini...
Aku akan tetap berada di sini..
Tempat dimana aku membirukan putihku dengan birumu daLam cinta..
Tempat dimana aku dan kau pernah meng’kita’kan kita..
Aku akan tetap menjadi aku yang menyayangimu dengan sederhana,
MWA
27 DES 12
Air mata isyarat cinta yang sudah tidak bisa aku urai dengan kalimat dan hanya bisa ku ejakan padamu dengan tetes demi tetes airmataku..
Aku sudah teramat jauh menjatuhkan hati ini padamu..
Sudah teramat ke akuanku ku kau kan..
Sudah terlanjur biru dari putihku ini adalah birumu..
Dan putihkupun telah menyamar dalam birumu..
Jika sudah seperti ini,
Tidak ada satupun alasan lagi untukku pergi
Pun kau bukan pemilik patahan tulang rusuk ini...
Aku akan tetap berada di sini..
Tempat dimana aku membirukan putihku dengan birumu daLam cinta..
Tempat dimana aku dan kau pernah meng’kita’kan kita..
Aku akan tetap menjadi aku yang menyayangimu dengan sederhana,
MWA
27 DES 12
Kau
Kau adalah seseorang yang tak pernah aku tahu siapa, yang selalu aku inginkan..
Kau adalah satu-satunya alasan mengapa aku tetap ada..
Kau adalah makhluk yang telah tertakdir denganku..
Kau adalah aku dalam warna lain..
Tetaplah kau dalam penantianmu,
Karna aku dan kau akan bersama dalam waktu indah-Nya..
Suatu saat nanti..
Kau adalah satu-satunya alasan mengapa aku tetap ada..
Kau adalah makhluk yang telah tertakdir denganku..
Kau adalah aku dalam warna lain..
Tetaplah kau dalam penantianmu,
Karna aku dan kau akan bersama dalam waktu indah-Nya..
Suatu saat nanti..
Terimakasih Embun
Terimakasih untuk selalu memberiku alasan untuk tetap berada dalam atmosfir asing ini..
Terimakasih untuk selalu memberiku alasan untuk tetap tersenyum saat aku mulai lupa bagaimana caranya..
Terimakasih untuk selalu memberiku alasan untuk tetap berada di sini..
di dunia yang aku tidak mengerti aku ini siapa..
;(
Teruntuk embunku
#back song
perahu kertas-maudy ayunda
Terimakasih untuk selalu memberiku alasan untuk tetap tersenyum saat aku mulai lupa bagaimana caranya..
Terimakasih untuk selalu memberiku alasan untuk tetap berada di sini..
di dunia yang aku tidak mengerti aku ini siapa..
;(
Teruntuk embunku
#back song
perahu kertas-maudy ayunda
Wednesday, 19 December 2012
Untuk Ibu di Hari Ibu
.andai restu itu bisa kudapati dari senyummu,ibu...
aku seLaLu ingin meLihat senyum itu...
senyum restumu, senyum semangatku...
senyum yang tak pernah LeLah terkembang untuk kedua putri dan sekeLiLingmu...
ibu...
jarak barang sejengkaL saja aku tidak mampu...
kau adaLah bagian dari raga ini,
raga yang duLu seLaLu kau timang sayang...
ibu...
aku ingin bersamamu desember ini...
aku ingin saLim barang sekaLi atau duakaLi dipenghujung tahun,
di awaL tahunku ini...
ibu...
aku ingin Lebih awaL dari yang Lain untuk berucap,
"seLamat hari ibu"
#your beLoved
aku seLaLu ingin meLihat senyum itu...
senyum restumu, senyum semangatku...
senyum yang tak pernah LeLah terkembang untuk kedua putri dan sekeLiLingmu...
ibu...
jarak barang sejengkaL saja aku tidak mampu...
kau adaLah bagian dari raga ini,
raga yang duLu seLaLu kau timang sayang...
ibu...
aku ingin bersamamu desember ini...
aku ingin saLim barang sekaLi atau duakaLi dipenghujung tahun,
di awaL tahunku ini...
ibu...
aku ingin Lebih awaL dari yang Lain untuk berucap,
"seLamat hari ibu"
#your beLoved
Tuesday, 11 December 2012
Perahu Kertas - Maudy Ayunda
Perahu kertasku kan melaju membawa surat cinta bagimu
Kata-kata yang sedikit gila, tapi ini adanya
Perahu kertas mengingatkanku betapa ajaibnya hidup ini
Mencari-cari tambatan hati, kau sahabatku sendiri
Hidupkan lagi mimpi-mimpi (cinta-cinta) cita-cita (cinta-cinta)
Yang lama ku pendam sendiri, berdua ku bisa percaya
Ku bahagia kau telah terlahir di dunia
Dan kau ada di antara milyaran manusia
Dan ku bisa dengan radarku menemukanmu
Tiada lagi yang mampu berdiri
Halangi rasaku, cintaku padamu
Ku bahagia kau telah terlahir di dunia
Dan kau ada di antara milyaran manusia
Dan ku bisa dengan radarku menemukanmu
Oh bahagia kau telah terlahir di dunia
Dan kau ada di antara milyaran manusia
Dan ku bisa dengan radarku menemukanmu
dedicated to my dearest,
MWA
Ulang Tahun ke-20
sampai hatimu...
sampai hatimu mengabaikan hari ini..
aku kira kamu yang akan paLing ada
aku kira kamu yang akan paLing menyambutku bahagia
aku kira kamu orang baik itu...
---terisak---
ah kamu
aku sudah sayang
sangat sayang
saLahkah jika aku berharap Lebih darimu???
hanya darimu..
---terisak---
aku sudah sayang
dan bagaimanapun aku akan tetap sayang
bagaimanapun kamu
siapapun kamu keLak
cinta ini akan seLaLu memaafkan...
sampai hatimu mengabaikan hari ini..
aku kira kamu yang akan paLing ada
aku kira kamu yang akan paLing menyambutku bahagia
aku kira kamu orang baik itu...
---terisak---
ah kamu
aku sudah sayang
sangat sayang
saLahkah jika aku berharap Lebih darimu???
hanya darimu..
---terisak---
aku sudah sayang
dan bagaimanapun aku akan tetap sayang
bagaimanapun kamu
siapapun kamu keLak
cinta ini akan seLaLu memaafkan...
Saturday, 8 December 2012
Senyum ini adalah Wajib hukumnya
Adakah satu dari 100 mimpiku teLah terwujud tahun ini?
:)
senyum ini adaLah wajib hukumnya..
karena terwujudnya mimpi bukan satu-satunya aLasan untukku harus tersenyum..
senyum ini untuk bahagiaku
senyum ini untuk syukurku yahg tiada terbendung
senyum ini adaLah untuk sahabat, keLuarga dan orang-orang yang mencintaku dengan sederhana..
karena begitu berartinya mereka bagiku..
begitu berharganya warna-warni cinta yang mereka tebarkan di sekeLiLing aku..
:)
senyum ini adaLah senyum terimakasih untuk kehidupan Lebih baikku
adaLah senyum ta'dzimku pada yang seLaLu mendo'akanku dari jauh sana..
adaLah senyum semangat pantang menyerahku untuk mimpi-mimpi indah yang seLaLu aku tuLis dibuku kupu2 orangeku..
adaLah senyum sayang untuk dia yang seLaLu aku harap hadirnya di hari-hariku nanti..
:)
aku ingin membuat senyum-senyum ini terkembang diwajah-wajah indah kaLian sahabatku..
@nieda haromain
@aray photograph
@nok sovi
@Tyara jannah
@dini Latifah
@ukhrowiyatuL Fauzi
dan yang ku sayang,
@Muhammad Wachid Abrori
:)
senyum ini adaLah wajib hukumnya..
karena terwujudnya mimpi bukan satu-satunya aLasan untukku harus tersenyum..
senyum ini untuk bahagiaku
senyum ini untuk syukurku yahg tiada terbendung
senyum ini adaLah untuk sahabat, keLuarga dan orang-orang yang mencintaku dengan sederhana..
karena begitu berartinya mereka bagiku..
begitu berharganya warna-warni cinta yang mereka tebarkan di sekeLiLing aku..
:)
senyum ini adaLah senyum terimakasih untuk kehidupan Lebih baikku
adaLah senyum ta'dzimku pada yang seLaLu mendo'akanku dari jauh sana..
adaLah senyum semangat pantang menyerahku untuk mimpi-mimpi indah yang seLaLu aku tuLis dibuku kupu2 orangeku..
adaLah senyum sayang untuk dia yang seLaLu aku harap hadirnya di hari-hariku nanti..
:)
aku ingin membuat senyum-senyum ini terkembang diwajah-wajah indah kaLian sahabatku..
@nieda haromain
@aray photograph
@nok sovi
@Tyara jannah
@dini Latifah
@ukhrowiyatuL Fauzi
dan yang ku sayang,
@Muhammad Wachid Abrori
Monday, 3 December 2012
Buat Aku Tersenyum-SO7
Datanglah sayang dan biarkan ku berbaring
Di pelukanmu walaupun tuk sejenak
Usaplah dahiku dan kan kukatakan semua
Bila kulelah tetaplah disini
Jangan tinggalkan aku sendiri
Bila kumarah biarkanku bersandar
Jangan kau pergi untuk menghindar
Rasakan resahku dan buat aku tersenyum
Dengan canda tawamu walaupun tuk sekejap
Karna hanya engkaulah yang sanggupkatakan aku
Karna engkaulah satu-satunya untukku
Dan pastikan kita selalu bersama
Karna dirimulah yang sanggup mengerti aku
Dalam susah ataupun senang
Dapatkah engkau s'lalu menjagaku
Dan mampukah engkau mempertahankanku
Bila kulelah tetaplah disini
Jangan tinggalkan aku sendiri
Bila kumarah biarkanku bersandar
Jangan kau pergi untuk menghindar
Di pelukanmu walaupun tuk sejenak
Usaplah dahiku dan kan kukatakan semua
Bila kulelah tetaplah disini
Jangan tinggalkan aku sendiri
Bila kumarah biarkanku bersandar
Jangan kau pergi untuk menghindar
Rasakan resahku dan buat aku tersenyum
Dengan canda tawamu walaupun tuk sekejap
Karna hanya engkaulah yang sanggupkatakan aku
Karna engkaulah satu-satunya untukku
Dan pastikan kita selalu bersama
Karna dirimulah yang sanggup mengerti aku
Dalam susah ataupun senang
Dapatkah engkau s'lalu menjagaku
Dan mampukah engkau mempertahankanku
Bila kulelah tetaplah disini
Jangan tinggalkan aku sendiri
Bila kumarah biarkanku bersandar
Jangan kau pergi untuk menghindar
Sunday, 2 December 2012
TEORI NATIVISTIK DALAM PEMEROLEHAN BAHASA
TEORI NATIVISTIK DALAM PEMEROLEHAN BAHASA
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas kelompok matakuliah Psikolinguistik
Dosen Pengampu : Yuli Kuswandari, S.Pd
Disusun Oleh:
Aslikhatul Lathifah 11420087
Kunti Mustika Sari 11420089
Arby Mulya Sirait 11420096
Nihayatus Sa’adah 11420107
Desty Prasetyaningtyas 11420108
Amalia Cahyaningsih 11420111
Muhammad Wachid Abrori 11420113
Darajatul Azizati 11420114
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA ARAB
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
2012
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pemerolehan bahasa atau akuisisi bahasa adalah proses yang berlangsung di dalam otak kanak-kanak ketika dia memperoleh bahasa pertamanya atau bahasa ibunya. Pemerolehan bahasa biasanya dibedakan dengan pembelajaran bahasa. Pembelajaran bahasa berkaitan dengan proses-proses yang terjadi pada waktu seorang kanak-kanak mempelajari bahasa kedua setelah dia memperoleh bahasa pertamanya. Jadi, pemerolehan bahasa berkenaan dengan bahasa pertama, sedangkan pembelajaran bahasa berkenaan dengan bahasa kedua (Chaer, 2003:167).
Selama pemerolehan bahasa pertama, Chomsky menyebutkan bahwa ada dua proses yang terjadi ketika seorang kanak-kanak memperoleh bahasa pertamanya. Proses yang dimaksud adalah proses kompetensi dan proses performansi. Kedua proses ini merupakan dua proses yang berlainan. Kompetensi adalah proses penguasaan tata bahasa (fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik) secara tidak disadari. Kompetensi ini dibawa oleh setiap anak sejak lahir. Meskipun dibawa sejak lahir, kompetensi memerlukan pembinaan sehingga anak-anak memiliki performansi dalam berbahasa. Performansi adalah kemampuan anak menggunakan bahasa untuk berkomunikasi. Performansi terdiri dari dua proses, yaitu proses pemahaman dan proses penerbitan kalimat-kalimat. Proses pemahaman melibatkan kemampuan mengamati atau mempersepsi kalimat-kalimat yang didengar, sedangkan proses penerbitan melibatkan kemampuan menghasilkan kalimat-kalimat sendiri (Chaer 2003:167).
Hal yang patut dipertanyakan adalah bagaimana strategi si anak dalam memperoleh bahasa pertamanya dan apakah setiap anak memiliki strategi yang sama dalam memperoleh bahsa pertamanya? Berkaitan dengan hal ini, Dardjowidjojo, (2005:243-244) menyebutkan bahwa pada umumnya kebanyakan ahli kini berpandangan bahwa anak di mana pun juga memperoleh bahasa pertamanya dengan memakai strategi yang sama. Kesamaan ini tidak hanya dilandasi oleh biologi dan neurologi manusia yang sama, tetapi juga oleh pandangan mentalistik yang menyatakan bahwa anak telah dibekali dengan bekal kodrati pada saat dilahirkan. Di samping itu, dalam bahasa juga terdapat konsep universal sehingga anak secara mental telah mengetahui kodrat-kodrat yang universal ini. Chomsky mengibaratkan anak sebagai entitas yang seluruh tubuhnya telah dipasang tombol serta kabel listrik: mana yang dipencet, itulah yang akan menyebabkan bola lampu tertentu menyala. Jadi, bahasa mana dan wujudnya seperti apa ditentukan oleh input sekitarnya.
B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang permasalahan tersebut, dappat dirumuskan beberapa rumusan masalah, yaitu :
1. Apakah pengertian Teori Nativistik itu?
2. Bagaimana sejarah Teori Nativistik?
3. Apa sajakah kelebihan dan kekurangan Teori Nativistik?
4. Apa saja bentuk-bentuk implementasinya dalam proses pembelajaran?
C. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka makalah ini bertujuan untuk :
1. Mengetahui pengertian Teori Nativistik
2. Mengetahui sejarah Teori Nativistik
3. Mengetahui kelebihan dan kekurangan Teori Nativistik
4. Mengetahui bentuk-bentuk implementasi Teori Nativistik dalam proses pembelajaran.
D. Manfaat
Berdasarkan paparan diatas maka manfaat yang diharapkan dari penulisan makalah ini adalah :
1. Bagi masyarakat umum makalah ini dapat dijadikan sebagai bahan bacaan untuk memberi informasi tentang bagaimana Teori pemerolehan bahasa Nativistik dan bentuk-bentuk implementasi dalam proses pembelajaran.
2. Bagi mahasiswa khususnya calon pendidik, makalah ini dapat dijadikan sebagai referensi dalam mempelajari Teori Nativistik dan bentuk-bentuk implementasi dalam proses pembelajaran.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Teori Nativistik
Nativisme berasal dari kata Nativus yang berarti kelahiran. Teori ini muncul dari filsafat nativisma (terlahir) sebagai suatu bentuk dari filsafat idealisme dan menghasilkan suatu pandangan bahwa perkembangan anak ditentukan oleh hereditas, pembawaan sejak lahir, dan faktor alam yang kodrati. Pelopor aliran ini adalah Arthur Schopenhauer seorang filosof Jerman yang hidup tahun 1788-1880 dan Noam Chomsky pada awal tahun 1960.
Teori nativisme terbentuk sebagai bantahan terhadap teori behavioris.Nativisme berpendapat bahwa dalam proses pemerolehan bahasa pertama, anak perlahan menggunakan kemampuan lingualnya yang telah terprogram secara genetis. Sehingga menurut para pakar teori ini, lingkungan tidak mempunyai pengaruh dalam proses pemerolehan bahasa. Chomsky mengatakan bahwa bahasa terlalu kompleks untuk dipelajari dalam waktu dekat melalui metode imitation. Sehigga ia menegaskan bahwa bahasa hanya dapat dikuasai oleh manusia, karena:
1) Perilaku berbahasa adalah sesuatu yang diturunkan (genetik), pola perkembangan bahasa berlaku universal, dan lingkungannya hanya memiliki peran kecil dalam proses pematangan bahasa.
2) Bahasa dapat dikuasai dalam waktu singkat, tidak bergantung pada lamanya latihan seperti pendapat kaum behaviorisme.
Melalui teori ini Arthur Schopenhauer juga menegaskan bahwasannya yang buruk akan menjadi buruk dan yang baik akan menjadi baik tanpa terpengaruh lingkungan yang ada.
Salah satu kontribusi praktis dari teori-teori nativis ini adalah tentang sistem bahasa anak-anak bekerja. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa bahasa anak-anak pada tingkatan manapun adalah suatu sistem yang diakui. Perkembangan linguistik anak-anak bukanlah proses semakin berkurangnya struktur-struktur yang tidak tepat bukan sebuah bahasa dimana tahap sebelumnya mengandung lebih banyak kekeliruan ketimbang tahap selanjutnya. Justru, bahasa anak-anak disetiap tahap adalah sistematis, dalam arti anak-anak secara bertahap membentuk hipotesis-hipotesis itu dalam percakapan. Ketika bahasa mereka berkembang maka hipotesis-hipotesis tersebut direvisi terus menerus, dibentuk ulang atau ditinggalkan.
Kajian nativis mengenai pemerolehan bahasa anak menghasilkan sebuah hipotesis tentang tata bahasa bebas-susun pada bahasa anak-anak, walaupun tata bahasa semacam itu masih masih sangat didasarkan pada data empiris.
B. Sejarah Teori Nativistik
Dalam teori ini dinyatakan bahwa perkembangan dan kemampuan berbahasa merupakan pembawaan sejak lahir/bakat. Teori ini muncul dari filsafat nativisme ( terlahir ) sebagai suatu bentuk dari filsafat idealisme dan menghasilkan suatu pandangan bahwa perkembangan dan pemerolehan bahasa anak ditentukan dan diperolah oleh hereditas, pembawaan sejak lahir, dan factor alam yang kodrati.
Teori ini dipelopori oleh filosof Jerman Arthur Schopenhauer (1788-1860) yang beranggapan bahwa factor pembawaan yang bersifat kodrati tidak dapat diubah oleh alam sekitar atau pendidikan. Dengan tegas Arthur Schaupenhaur menyatakan yang jahat akan menjadi jahat dan yang baik akan menjadi baik. Teori ini sebagai lawan dari teori behavioristik yaitu .kemampuan berbahasa seorang anak diperoleh dari lingkungan yang membentuk seorang anak tersebut.
Teori ini memberikan dasar bahwa suatu keberhasilan TIDAK ditentukan oleh factor pendidikan dan lingkungan yang ada pada anak tersebut Kemampuan berbahasa ditentukan oleh anak itu sendiri. Lingkungan sekitar tidak ada, artinya sebab lingkungan itu tidak akan berdaya dalam mempengaruhi perkembangan anak.
Kemampuan berbahasa seorang anak dapat dipengaruhi oleh beberapa fator intern diantaranya:
1. Faktor genetic
Adalah factor gen dari kedua orangtua yang mendorong adanya suatu bakat yang muncul dari diri manusia. Contohnya adalah Jika kedua orangtua anak itu adalah seorang penyanyi maka anaknya memiliki bakat pembawaan sebagai seorang penyanyi yang prosentasenya besar.
2. Faktor Kemampuan Anak
Adalah factor yang menjadikan seorang anak mengetahui potensi yang terdapat dalam dirinya. Faktor ini lebih nyata karena anak dapat mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya. Contohnya adalah Ketika ada kegiatan ekstra kulikuler pidato anak tersebut tertarik untuk mengikuti guna mengembangkan bakat yang ada pada dirinya.
3. Faktor pertumbuhan Anak
Adalah factor yang mendorong anak mengetahui bakat dan minatnya di setiap pertumbuhan dan perkembangan secara alami sehingga jika pertumbuhan anak itu normal maka dia kan bersikap enerjik, aktif, dan responsive terhadap kemampuan yang dimiliki. Sebaliknya, jika pertumbuhan anak tidak normal maka anak tersebut tidak bisa mngenali bakat dan kemampuan yang dimiliki.
C. Kelebihan dan Kekurangan Teori Nativistik
Kelebihan:
1. Mampu memunculkan bakat yang dimiliki
Dengan teori ini diharapkan manusia bisa mengoptimalkann bakat yang dimiliki dikarenakan telah mengetahui bakat yang bisa dikembangkannya. Dengan adanya hal ini, memudahkan manusia mengembangkan sesuatu yang bisa berdampak besar terhadap kemajuan dirinya.
2. Mendorong manusia mewujudkan diri yang berkompetensi
Jadi dengan teori ini diharapkan setiap manusia harus lebih kreatif dan inovatif dalam upaya pengembangan bakat dan minat agar menjadi manusia yang berkompeten sehingga bisa bersaing dengan orang lain dalam menghadapi tantangan zaman sekarang yang semakin lama semakin dibutuhkan manusia yang mempunyai kompeten lebih unggul daripada yang lain.
3. Mendorong manusia dalam menetukan pilihan
Adanya teori ini manusia bisa bersikap lebih bijaksana terhadap menentukan pilihannya, dan apabila telah menentukan pilihannya manusia tersebut akan berkomitmen dan berpegang teguh terhadap pilihannya tersebut dan meyakini bahwa sesuatu yang dipilihnya adalh yang terbaik untuk dirinya.
4. Mendorong manusia untuk mengembangkan potensi dari dalam diri seseorang
Teori ini dikemukakan untuk menjadikan manusia berperan aktif dalam pengembangan potensi diri yang dimilii agar manusia itu memiliki ciri khas atau ciri khusus sebagai jati diri manusia.
5. Mendorong manusia mengenali bakat minat yang dimiliki
Dengan adanya teori ini, maka manusia akan mudah mengenali bakat yang dimiliki, dengan artian semakin dini manusia mengenali bakat yang dimiliki maka dengan hal itu manusia dapat lebih memaksimalkan bakatnya sehingga bisa lebih optimal.
Kekurangan :
Teori ini memiliki pandangan seolah-olah sifat-sifat manusia tidak bisa diubah karena telah ditentukan oleh sifat-sifat turunannya. Bila dari keturunan baik maka akan baik dan bila dari keturunan jahat maka akan menjadi jahat. Jadi sifat manusia bersifat permanen tidak bisa diubah. Teori ini memandang pendidikan sebagai suatu yang pesimistis serta mendeskreditkan golongan manusia yang “kebetulan” memiliki keturunan yang tidak baik.
D. Bentuk-bentuk Implementasi dalam Pembelajaran
Implikasi teori Nativisme terhadap pendidikan/pembelajaran yaitu kurang memberikan kemungkinan bagi pendidik dalam upaya mengubah kepribadian peserta didik. Berdasarkan hal itu peranan pendidikan atau sekolah sedikit sekali dapat dipertimbangkan untuk dapat mengubah perkembangan peserta didik. Akan tetapi hal yang demikian justru bertentangan dengan kenyataan yang kita hadapi, karena sudah ternyata sejak zaman dahulu hingga sekarang orang berusaha mendidik generasi muda, karena pendidikan ituhal yang dapat, perlu, bahkan harus dilakukan. Jadi konsepsi Nativisme ini tidak dapat dipertahankan dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Para penganut aliran nativisme berpandangan bahwa bayi itu lahir sudah dengan pembawaan baik dan pembawaan buruk. Oleh karena itu, hasil akhir pendidikan ditentukan oleh pembawaan yang sudah dibawa sejak lahir. Berdasarkan pandangan ini, maka keberhasilan pendidikan ditentukan oleh anak didik itu sendiri. Ditekankan bahwa “yang jahat akan menjadi jahat, dan yang baik menjadi baik”. Pendidikan yang tidak sesuai dengan bakat dan pembawaan anak didik tidak akan berguna untuk perkembangan anak sendiri dalam proses belajarnya.
Bagi nativisme, lingkungan sekitar tidak ada artinya sebab lingkungan tidak akan berdaya dalam mempengaruhi perkembangan anak. Penganut pandangan ini menyatakan bahwa jika anak memiliki pembawaan jahat maka dia akan menjadi jahat, sebaliknya apabila mempunyai pembawaan baik, maka dia menjadi orang yang baik. Pembawaan buruk dan pembawaan baik ini tidak dapat dirubah dari kekuatan luar.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pelopor teori ini adalah Schopenhauer. Teori ini menyatakan bahwa perkembangan manusia dipengaruhi oleh nativus atau faktor-faktor bawaan manusia sejak dilahirkan. Teori ini menegaskan bahwa manusia memiliki sifat-sifat tertentu sejak dilahirkan yang mempengaruhi dan menentukan keadaan individu yang bersangkutan. Faktor lingkungan dan pendidikan diabaikan dan dikatakan tidak berpengaruh terhadap perkembangan manusia.
Teori ini memiliki pandangan seolah-olah sifat-sifat manusia tidak bisa diubah karena telah ditentukan oleh sifat-sifat turunannya. Bila dari keturunan baik maka akan baik dan bila dari keturunan jahat maka akan menjadi jahat. Jadi sifat manusia bersifat permanen tidak bisa diubah. Teori ini memandang pendidikan sebagai suatu yang pesimistis serta mendeskreditkan golongan manusia yang “kebetulan” memiliki keturunan yang tidak baik.
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas kelompok matakuliah Psikolinguistik
Dosen Pengampu : Yuli Kuswandari, S.Pd
Disusun Oleh:
Aslikhatul Lathifah 11420087
Kunti Mustika Sari 11420089
Arby Mulya Sirait 11420096
Nihayatus Sa’adah 11420107
Desty Prasetyaningtyas 11420108
Amalia Cahyaningsih 11420111
Muhammad Wachid Abrori 11420113
Darajatul Azizati 11420114
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA ARAB
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
2012
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pemerolehan bahasa atau akuisisi bahasa adalah proses yang berlangsung di dalam otak kanak-kanak ketika dia memperoleh bahasa pertamanya atau bahasa ibunya. Pemerolehan bahasa biasanya dibedakan dengan pembelajaran bahasa. Pembelajaran bahasa berkaitan dengan proses-proses yang terjadi pada waktu seorang kanak-kanak mempelajari bahasa kedua setelah dia memperoleh bahasa pertamanya. Jadi, pemerolehan bahasa berkenaan dengan bahasa pertama, sedangkan pembelajaran bahasa berkenaan dengan bahasa kedua (Chaer, 2003:167).
Selama pemerolehan bahasa pertama, Chomsky menyebutkan bahwa ada dua proses yang terjadi ketika seorang kanak-kanak memperoleh bahasa pertamanya. Proses yang dimaksud adalah proses kompetensi dan proses performansi. Kedua proses ini merupakan dua proses yang berlainan. Kompetensi adalah proses penguasaan tata bahasa (fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik) secara tidak disadari. Kompetensi ini dibawa oleh setiap anak sejak lahir. Meskipun dibawa sejak lahir, kompetensi memerlukan pembinaan sehingga anak-anak memiliki performansi dalam berbahasa. Performansi adalah kemampuan anak menggunakan bahasa untuk berkomunikasi. Performansi terdiri dari dua proses, yaitu proses pemahaman dan proses penerbitan kalimat-kalimat. Proses pemahaman melibatkan kemampuan mengamati atau mempersepsi kalimat-kalimat yang didengar, sedangkan proses penerbitan melibatkan kemampuan menghasilkan kalimat-kalimat sendiri (Chaer 2003:167).
Hal yang patut dipertanyakan adalah bagaimana strategi si anak dalam memperoleh bahasa pertamanya dan apakah setiap anak memiliki strategi yang sama dalam memperoleh bahsa pertamanya? Berkaitan dengan hal ini, Dardjowidjojo, (2005:243-244) menyebutkan bahwa pada umumnya kebanyakan ahli kini berpandangan bahwa anak di mana pun juga memperoleh bahasa pertamanya dengan memakai strategi yang sama. Kesamaan ini tidak hanya dilandasi oleh biologi dan neurologi manusia yang sama, tetapi juga oleh pandangan mentalistik yang menyatakan bahwa anak telah dibekali dengan bekal kodrati pada saat dilahirkan. Di samping itu, dalam bahasa juga terdapat konsep universal sehingga anak secara mental telah mengetahui kodrat-kodrat yang universal ini. Chomsky mengibaratkan anak sebagai entitas yang seluruh tubuhnya telah dipasang tombol serta kabel listrik: mana yang dipencet, itulah yang akan menyebabkan bola lampu tertentu menyala. Jadi, bahasa mana dan wujudnya seperti apa ditentukan oleh input sekitarnya.
B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang permasalahan tersebut, dappat dirumuskan beberapa rumusan masalah, yaitu :
1. Apakah pengertian Teori Nativistik itu?
2. Bagaimana sejarah Teori Nativistik?
3. Apa sajakah kelebihan dan kekurangan Teori Nativistik?
4. Apa saja bentuk-bentuk implementasinya dalam proses pembelajaran?
C. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka makalah ini bertujuan untuk :
1. Mengetahui pengertian Teori Nativistik
2. Mengetahui sejarah Teori Nativistik
3. Mengetahui kelebihan dan kekurangan Teori Nativistik
4. Mengetahui bentuk-bentuk implementasi Teori Nativistik dalam proses pembelajaran.
D. Manfaat
Berdasarkan paparan diatas maka manfaat yang diharapkan dari penulisan makalah ini adalah :
1. Bagi masyarakat umum makalah ini dapat dijadikan sebagai bahan bacaan untuk memberi informasi tentang bagaimana Teori pemerolehan bahasa Nativistik dan bentuk-bentuk implementasi dalam proses pembelajaran.
2. Bagi mahasiswa khususnya calon pendidik, makalah ini dapat dijadikan sebagai referensi dalam mempelajari Teori Nativistik dan bentuk-bentuk implementasi dalam proses pembelajaran.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Teori Nativistik
Nativisme berasal dari kata Nativus yang berarti kelahiran. Teori ini muncul dari filsafat nativisma (terlahir) sebagai suatu bentuk dari filsafat idealisme dan menghasilkan suatu pandangan bahwa perkembangan anak ditentukan oleh hereditas, pembawaan sejak lahir, dan faktor alam yang kodrati. Pelopor aliran ini adalah Arthur Schopenhauer seorang filosof Jerman yang hidup tahun 1788-1880 dan Noam Chomsky pada awal tahun 1960.
Teori nativisme terbentuk sebagai bantahan terhadap teori behavioris.Nativisme berpendapat bahwa dalam proses pemerolehan bahasa pertama, anak perlahan menggunakan kemampuan lingualnya yang telah terprogram secara genetis. Sehingga menurut para pakar teori ini, lingkungan tidak mempunyai pengaruh dalam proses pemerolehan bahasa. Chomsky mengatakan bahwa bahasa terlalu kompleks untuk dipelajari dalam waktu dekat melalui metode imitation. Sehigga ia menegaskan bahwa bahasa hanya dapat dikuasai oleh manusia, karena:
1) Perilaku berbahasa adalah sesuatu yang diturunkan (genetik), pola perkembangan bahasa berlaku universal, dan lingkungannya hanya memiliki peran kecil dalam proses pematangan bahasa.
2) Bahasa dapat dikuasai dalam waktu singkat, tidak bergantung pada lamanya latihan seperti pendapat kaum behaviorisme.
Melalui teori ini Arthur Schopenhauer juga menegaskan bahwasannya yang buruk akan menjadi buruk dan yang baik akan menjadi baik tanpa terpengaruh lingkungan yang ada.
Salah satu kontribusi praktis dari teori-teori nativis ini adalah tentang sistem bahasa anak-anak bekerja. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa bahasa anak-anak pada tingkatan manapun adalah suatu sistem yang diakui. Perkembangan linguistik anak-anak bukanlah proses semakin berkurangnya struktur-struktur yang tidak tepat bukan sebuah bahasa dimana tahap sebelumnya mengandung lebih banyak kekeliruan ketimbang tahap selanjutnya. Justru, bahasa anak-anak disetiap tahap adalah sistematis, dalam arti anak-anak secara bertahap membentuk hipotesis-hipotesis itu dalam percakapan. Ketika bahasa mereka berkembang maka hipotesis-hipotesis tersebut direvisi terus menerus, dibentuk ulang atau ditinggalkan.
Kajian nativis mengenai pemerolehan bahasa anak menghasilkan sebuah hipotesis tentang tata bahasa bebas-susun pada bahasa anak-anak, walaupun tata bahasa semacam itu masih masih sangat didasarkan pada data empiris.
B. Sejarah Teori Nativistik
Dalam teori ini dinyatakan bahwa perkembangan dan kemampuan berbahasa merupakan pembawaan sejak lahir/bakat. Teori ini muncul dari filsafat nativisme ( terlahir ) sebagai suatu bentuk dari filsafat idealisme dan menghasilkan suatu pandangan bahwa perkembangan dan pemerolehan bahasa anak ditentukan dan diperolah oleh hereditas, pembawaan sejak lahir, dan factor alam yang kodrati.
Teori ini dipelopori oleh filosof Jerman Arthur Schopenhauer (1788-1860) yang beranggapan bahwa factor pembawaan yang bersifat kodrati tidak dapat diubah oleh alam sekitar atau pendidikan. Dengan tegas Arthur Schaupenhaur menyatakan yang jahat akan menjadi jahat dan yang baik akan menjadi baik. Teori ini sebagai lawan dari teori behavioristik yaitu .kemampuan berbahasa seorang anak diperoleh dari lingkungan yang membentuk seorang anak tersebut.
Teori ini memberikan dasar bahwa suatu keberhasilan TIDAK ditentukan oleh factor pendidikan dan lingkungan yang ada pada anak tersebut Kemampuan berbahasa ditentukan oleh anak itu sendiri. Lingkungan sekitar tidak ada, artinya sebab lingkungan itu tidak akan berdaya dalam mempengaruhi perkembangan anak.
Kemampuan berbahasa seorang anak dapat dipengaruhi oleh beberapa fator intern diantaranya:
1. Faktor genetic
Adalah factor gen dari kedua orangtua yang mendorong adanya suatu bakat yang muncul dari diri manusia. Contohnya adalah Jika kedua orangtua anak itu adalah seorang penyanyi maka anaknya memiliki bakat pembawaan sebagai seorang penyanyi yang prosentasenya besar.
2. Faktor Kemampuan Anak
Adalah factor yang menjadikan seorang anak mengetahui potensi yang terdapat dalam dirinya. Faktor ini lebih nyata karena anak dapat mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya. Contohnya adalah Ketika ada kegiatan ekstra kulikuler pidato anak tersebut tertarik untuk mengikuti guna mengembangkan bakat yang ada pada dirinya.
3. Faktor pertumbuhan Anak
Adalah factor yang mendorong anak mengetahui bakat dan minatnya di setiap pertumbuhan dan perkembangan secara alami sehingga jika pertumbuhan anak itu normal maka dia kan bersikap enerjik, aktif, dan responsive terhadap kemampuan yang dimiliki. Sebaliknya, jika pertumbuhan anak tidak normal maka anak tersebut tidak bisa mngenali bakat dan kemampuan yang dimiliki.
C. Kelebihan dan Kekurangan Teori Nativistik
Kelebihan:
1. Mampu memunculkan bakat yang dimiliki
Dengan teori ini diharapkan manusia bisa mengoptimalkann bakat yang dimiliki dikarenakan telah mengetahui bakat yang bisa dikembangkannya. Dengan adanya hal ini, memudahkan manusia mengembangkan sesuatu yang bisa berdampak besar terhadap kemajuan dirinya.
2. Mendorong manusia mewujudkan diri yang berkompetensi
Jadi dengan teori ini diharapkan setiap manusia harus lebih kreatif dan inovatif dalam upaya pengembangan bakat dan minat agar menjadi manusia yang berkompeten sehingga bisa bersaing dengan orang lain dalam menghadapi tantangan zaman sekarang yang semakin lama semakin dibutuhkan manusia yang mempunyai kompeten lebih unggul daripada yang lain.
3. Mendorong manusia dalam menetukan pilihan
Adanya teori ini manusia bisa bersikap lebih bijaksana terhadap menentukan pilihannya, dan apabila telah menentukan pilihannya manusia tersebut akan berkomitmen dan berpegang teguh terhadap pilihannya tersebut dan meyakini bahwa sesuatu yang dipilihnya adalh yang terbaik untuk dirinya.
4. Mendorong manusia untuk mengembangkan potensi dari dalam diri seseorang
Teori ini dikemukakan untuk menjadikan manusia berperan aktif dalam pengembangan potensi diri yang dimilii agar manusia itu memiliki ciri khas atau ciri khusus sebagai jati diri manusia.
5. Mendorong manusia mengenali bakat minat yang dimiliki
Dengan adanya teori ini, maka manusia akan mudah mengenali bakat yang dimiliki, dengan artian semakin dini manusia mengenali bakat yang dimiliki maka dengan hal itu manusia dapat lebih memaksimalkan bakatnya sehingga bisa lebih optimal.
Kekurangan :
Teori ini memiliki pandangan seolah-olah sifat-sifat manusia tidak bisa diubah karena telah ditentukan oleh sifat-sifat turunannya. Bila dari keturunan baik maka akan baik dan bila dari keturunan jahat maka akan menjadi jahat. Jadi sifat manusia bersifat permanen tidak bisa diubah. Teori ini memandang pendidikan sebagai suatu yang pesimistis serta mendeskreditkan golongan manusia yang “kebetulan” memiliki keturunan yang tidak baik.
D. Bentuk-bentuk Implementasi dalam Pembelajaran
Implikasi teori Nativisme terhadap pendidikan/pembelajaran yaitu kurang memberikan kemungkinan bagi pendidik dalam upaya mengubah kepribadian peserta didik. Berdasarkan hal itu peranan pendidikan atau sekolah sedikit sekali dapat dipertimbangkan untuk dapat mengubah perkembangan peserta didik. Akan tetapi hal yang demikian justru bertentangan dengan kenyataan yang kita hadapi, karena sudah ternyata sejak zaman dahulu hingga sekarang orang berusaha mendidik generasi muda, karena pendidikan ituhal yang dapat, perlu, bahkan harus dilakukan. Jadi konsepsi Nativisme ini tidak dapat dipertahankan dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Para penganut aliran nativisme berpandangan bahwa bayi itu lahir sudah dengan pembawaan baik dan pembawaan buruk. Oleh karena itu, hasil akhir pendidikan ditentukan oleh pembawaan yang sudah dibawa sejak lahir. Berdasarkan pandangan ini, maka keberhasilan pendidikan ditentukan oleh anak didik itu sendiri. Ditekankan bahwa “yang jahat akan menjadi jahat, dan yang baik menjadi baik”. Pendidikan yang tidak sesuai dengan bakat dan pembawaan anak didik tidak akan berguna untuk perkembangan anak sendiri dalam proses belajarnya.
Bagi nativisme, lingkungan sekitar tidak ada artinya sebab lingkungan tidak akan berdaya dalam mempengaruhi perkembangan anak. Penganut pandangan ini menyatakan bahwa jika anak memiliki pembawaan jahat maka dia akan menjadi jahat, sebaliknya apabila mempunyai pembawaan baik, maka dia menjadi orang yang baik. Pembawaan buruk dan pembawaan baik ini tidak dapat dirubah dari kekuatan luar.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pelopor teori ini adalah Schopenhauer. Teori ini menyatakan bahwa perkembangan manusia dipengaruhi oleh nativus atau faktor-faktor bawaan manusia sejak dilahirkan. Teori ini menegaskan bahwa manusia memiliki sifat-sifat tertentu sejak dilahirkan yang mempengaruhi dan menentukan keadaan individu yang bersangkutan. Faktor lingkungan dan pendidikan diabaikan dan dikatakan tidak berpengaruh terhadap perkembangan manusia.
Teori ini memiliki pandangan seolah-olah sifat-sifat manusia tidak bisa diubah karena telah ditentukan oleh sifat-sifat turunannya. Bila dari keturunan baik maka akan baik dan bila dari keturunan jahat maka akan menjadi jahat. Jadi sifat manusia bersifat permanen tidak bisa diubah. Teori ini memandang pendidikan sebagai suatu yang pesimistis serta mendeskreditkan golongan manusia yang “kebetulan” memiliki keturunan yang tidak baik.
Jangan Pernah Berubah
Sejak itu..sejak aku mengenaLi satu persatu tentangmu,
aku tidak pernah menginginkan perubahan sikapmu...
aku sudah terbiasa denganmu yang menggodaku,
aku sudah terbiasa dengan rona manja mu,
aku sudah terbiasa dengan semua yang aku tahu tentangmu..
toLong jangan pernah berubah..
jangan pernah berubah dengan aLasan apapun..
;(
aku menyayangimu dengan sederhana..
MWA
Senin, 3 des 12
aku tidak pernah menginginkan perubahan sikapmu...
aku sudah terbiasa denganmu yang menggodaku,
aku sudah terbiasa dengan rona manja mu,
aku sudah terbiasa dengan semua yang aku tahu tentangmu..
toLong jangan pernah berubah..
jangan pernah berubah dengan aLasan apapun..
;(
aku menyayangimu dengan sederhana..
MWA
Senin, 3 des 12
Wednesday, 28 November 2012
Sebuah Permohonan
Ya ALLah...
maafkan hamba-Mu yang penuh dengan noda dosa ini..
Aku tak ingin jatuh pada Kubangan yang sama Lagi Rabbii..
tuntun hamba yang masih amat terhuyung-huyung mencapai surga-Mu..
tuntun hamba yang teLah mencacatkan diri, membutakan mata dan hati atas Titah Nur-Mu..
Ijinkan hamba bersimpuh sujud di hadapan-Mu,
memohon kemurahan atas Maha Pemaaf-Mu..
meminta kembaLi dekat-Mu daLam nuraniku..
Ya ALLah...
tuLisan ini bukan Lah puisi
bukan syair yang ingin aku pamerkan pada haLayak atas nama-Mu..
meLainkan permohonan ampun atas bodohku,
sedang duLu seLaLu Kau beri aku petunjuk..
Tuhan...
irhamnaa...
irhamnaa...
irhamnaa...
_aku hamba yang tak sempurna_
maafkan hamba-Mu yang penuh dengan noda dosa ini..
Aku tak ingin jatuh pada Kubangan yang sama Lagi Rabbii..
tuntun hamba yang masih amat terhuyung-huyung mencapai surga-Mu..
tuntun hamba yang teLah mencacatkan diri, membutakan mata dan hati atas Titah Nur-Mu..
Ijinkan hamba bersimpuh sujud di hadapan-Mu,
memohon kemurahan atas Maha Pemaaf-Mu..
meminta kembaLi dekat-Mu daLam nuraniku..
Ya ALLah...
tuLisan ini bukan Lah puisi
bukan syair yang ingin aku pamerkan pada haLayak atas nama-Mu..
meLainkan permohonan ampun atas bodohku,
sedang duLu seLaLu Kau beri aku petunjuk..
Tuhan...
irhamnaa...
irhamnaa...
irhamnaa...
_aku hamba yang tak sempurna_
Sunday, 25 November 2012
Thursday, 22 November 2012
Wednesday, 21 November 2012
Friday, 12 October 2012
Berkaca Diri
.Sadar sesadar-sadarnya jika tuLisan-tuLisanku jauh dari "baik"...
namun aku percaya...muLai dari tulisan-tulisan yang belum "baik" ini, suatu saat akan bermetamorfosa menjadi "Lebih dan Lebih baik"
kritik dan saran temen-temen sangat aku butuhkan...
syukron katsir...
^_^
namun aku percaya...muLai dari tulisan-tulisan yang belum "baik" ini, suatu saat akan bermetamorfosa menjadi "Lebih dan Lebih baik"
kritik dan saran temen-temen sangat aku butuhkan...
syukron katsir...
^_^
Wednesday, 10 October 2012
IF YOU'RE NOT THE ONE
Berharap suatu saat nanti, seseorang akan datang menyanyikan Lagu ini untukku...
^_^
If you’re not the one then why does my soul feel glad today?
If you’re not the one then why does my hand fit yours this way?
If you are not mine then why does your heart return my call?
If you are not mine would I have the strength to stand at all?
I never know what the future brings
But I know you are here with me now
We will make it through
And I hope you are the one I share my life with
I don’t want to run away but I can’t take it, I don’t understand
If I am not made for you then why does my heart tell me that I am?
Is there any way that I can stay in your arms?
If I don’t need you then why am I crying on my bed?
If I don’t need you then why does your name resound in my head?
If you’re not for me then why does this distance maim my life?
If you’re not for me then why do I dream of you as my wife?
I don’t know why you’re so far away
But I know that this much is true
We will make it through
And I hope you’re the one I share my life with
And I wish that you could be the one I die with
And I pray in you’re the one I build my home with
I hope I love you all my life
I don’t want to run away but I can’t take it, I don’t understand
If I am not made for you then why does my heart tell me that I am?
Is there any way that I can stay in your arms?
Cause I miss you, body and soul so strong that it takes my breath away
And I breathe you into my heart and pray for the strength to stand today
Cause I love you, whether its wrong or right
And though I can’t be with you tonight
And know my heart is by your side
I don’t want to run away but I can’t take it, I don’t understand
If I am not made for you then why does my heart tell me that I am?
Is there any way that I can stay in your arms?
^_^
If you’re not the one then why does my soul feel glad today?
If you’re not the one then why does my hand fit yours this way?
If you are not mine then why does your heart return my call?
If you are not mine would I have the strength to stand at all?
I never know what the future brings
But I know you are here with me now
We will make it through
And I hope you are the one I share my life with
I don’t want to run away but I can’t take it, I don’t understand
If I am not made for you then why does my heart tell me that I am?
Is there any way that I can stay in your arms?
If I don’t need you then why am I crying on my bed?
If I don’t need you then why does your name resound in my head?
If you’re not for me then why does this distance maim my life?
If you’re not for me then why do I dream of you as my wife?
I don’t know why you’re so far away
But I know that this much is true
We will make it through
And I hope you’re the one I share my life with
And I wish that you could be the one I die with
And I pray in you’re the one I build my home with
I hope I love you all my life
I don’t want to run away but I can’t take it, I don’t understand
If I am not made for you then why does my heart tell me that I am?
Is there any way that I can stay in your arms?
Cause I miss you, body and soul so strong that it takes my breath away
And I breathe you into my heart and pray for the strength to stand today
Cause I love you, whether its wrong or right
And though I can’t be with you tonight
And know my heart is by your side
I don’t want to run away but I can’t take it, I don’t understand
If I am not made for you then why does my heart tell me that I am?
Is there any way that I can stay in your arms?
Rindu ini untuk Mu
Tuhan...
adakah jalan lain yang ingin Engkau tunjukan padaku?
adakah pesan lain yang ingin Engkau sampaikan padaku?
aku sudah rindu pada-Mu...
aku ingin kembali memeluk-Mu di atas sana
aku ingin kembali bersua dengan-Mu seperti dahulu
Tuhan...
aku lelah dengan permainan di sini
aku ingin pulang
aku rindu
teramat rindu
Tuhan...
Terima aku yang penuh dengan noda ini
terima aku kembali Tuhan...
aku ingin bersama-Mu
hanya ingin bersama-Mu
#batas kesabaran hanyalah kematian, aku pasti bisa
adakah jalan lain yang ingin Engkau tunjukan padaku?
adakah pesan lain yang ingin Engkau sampaikan padaku?
aku sudah rindu pada-Mu...
aku ingin kembali memeluk-Mu di atas sana
aku ingin kembali bersua dengan-Mu seperti dahulu
Tuhan...
aku lelah dengan permainan di sini
aku ingin pulang
aku rindu
teramat rindu
Tuhan...
Terima aku yang penuh dengan noda ini
terima aku kembali Tuhan...
aku ingin bersama-Mu
hanya ingin bersama-Mu
#batas kesabaran hanyalah kematian, aku pasti bisa
Wednesday, 26 September 2012
Bingkaiku untuk Ayah Bunda
Sebuah catatan keciL dari sahabat seperjuanganku, di pondok pesantren..
oleh Nieda Haromain pada 27 Januari 2012 pukul 13:15 •
Cinta, definisinya sangat kompleks dan sulit diartikan dalam satu persepsi saja. Namun jika kau hidup berlandaskannya, yakinlah bahwa ia akan membuat hidupmu bermakna, yakinlah bahwa dia hidup di setiap nadi kebahagiaan yang kau dan ia bangun dalam suatu mahligai. Sedang diriku, kurasa tak pernah kujumpai cinta melebihi apa yang Tuhan limpahkan kepadaku. Kedua orang tua yang begitu menyayangiku, seorang kakak yang selalu menjagaku, seorang nenek yang sangat menyayangiku dan mengurusku semenjak aku kecil. Rumah kuno yang terletak ditepi jalan raya itu menjadi saksi betapa bahagianya aku dalam asuhan nenek. Semua seolah kembali memenuhi kepalaku, membuatku menyerah untuk kembali bersedih. Keluarga kecil kami, terimakasih telah memberiku mereka untuk kusayangi Tuhan…. Dan begitupun mereka, orang-orang yang sangat menyayangiku.
Ibu, orang yang sangat kupuja dan kusayangi. Setiap hal dalam dirinya adalah ketangguhan yang tiada duanya. Ujian dalam hidupnya bagaikan nafas yang menjadi bagian dari dirinya. Jika ada wanita yang paling kucinta, Ibukulah orangnya. Beliau komplit, teladan, sahabat, guru dan segala hal yang kuperlukan....
Aku mencintaimu Ibu... :)
Tentang Bapak, aku tak biasa menemui beliau di hari-hari biasaku di rumah. Ia bekerja di luar kota, sejak beberapa tahun yang lalu. Tegal, nama kota yang detik ini hingga entah kapan aku selalu kubenci karena hal yang kini menimpaku, hal yang memang takdir, namun aku belum bisa berdamai dengannya.
Bapak, adalah sosok yang tak tergantikan, meski kami jarang bertemu, karena beliau bekerja di Tegal(kota namun pertemuan singkat saat ia pulang ke Kudus membuatku merasa menjadi putri dengan Bapak terbaik sedunia.
Mas riza, satu-satunya kakak yang kupunya. Dia menyayangiku, aku tahu itu karena aku juga sangat menyayanginya. Dia adalah kakak terhebat....
Terimakasih telah menciptakan mereka untukku Tuhan....
Terimakasih untuk keluarga indah ini, selamanya kami akan hidup bersama. Dengan kebahagiaan yang tak ada tandingannya. Itulah impianku,,,,
Namun angin berkehendak lain atas perintah Ilahnya. Ia tak akan berhambur ke barat saat Ilahnya memerintahkan ia berlari ke timur. Pun, ia tak akan pernah bisa berhembus ke selatan saat Ilahnya menakdirkannya ke utara. Hari itu entah mengapa aku risau, masa lalu yang sudah kulalui terbayang sudah. Kelabu rindu yang kutahan sudah membuncah tak terbendung. Pagi mendung nan suram menemani tangisku hari itu, Kamis, 07 April 2011. Ayahku tak lagi menemaniku, ia terlelap dengan tanda tanya besar yang ada di hatiku. Ia berdiam dengan sejuta penyesalan yang menyesaki dadaku.
„Ayah, aku mencintaimu,
Lalu apa yang bisa dilakukan cinta ini,
Jika kau tak lagi bisa menatap mata bundarku,
Apa arti sebuah kerinduan,
Jika itu tak cukup kuat menahanmu,
Ayah...
Jangan mati,,,
Jangan mati dengan cara seperti ini,
Bianglala memutar begitu cepat dan membuat aku, Ibu dan Bapak menjerit hiperbol. Bapak lebih kocak, ia sengaja menjerit-jerit padahal tak ada ketakutan sama sekali di raut wajahnya yang lucu.
„hahahhaha....Bapak kalo nggak pengin jerit nggak usah pura-pura jerit deh,” ucapku, menggodanya.
Malam itu malam terakhir tradisi dandangan di Kota Kudus, kotaku. Aku dengan mati-matian memaksa Ibu dan Bapak menemaniku di area bermain(baca;anak-anak). Dan mereka mau menemaniku. Kami berkeliling dengan arah yang tak pasti. Mencari-cari sesuatu yang entah apa itu. Yang pasti aku senang. Itu mutlak dan tak bisa ditawar-tawar. Entah Ibu dan Bapak senang atau tidak, itu urusan nomor dua. Karena aku memang egois!
***
Sedari tadi aku menggeliat, tidurku malam itu tak nyaman. Aku mendengar pintu kamar kakakku digedor-gedor, entah oleh siapa. Ibu mungkin. Ah, bodo amat! Aku kembali meneruskan tidurku.
Sejam kemudian, giliran pintu kamarku yang diketuk keras oleh seseorang, Ibu ternyata. Beliau mengucapkan kata-kata yang membunuh kantukku. Menerawangkan aku pada lembah hitam yang tak kunjung usai.
„Dek, bangun...Bapak sudah meninggal.”
Tuhan, keterlaluan sekali becandaan ini. Kenapa Ibu tega berkata seperti itu. Tuhan...jangan biarkan aku terlalu lama tidur dengan mimpi seperti ini. Tuhan.... Tuhan......
***
Hari ini penerimaan rapor, Bapak memang tak pernah mengambilkan raporku. Beliau sibuk bekerja di Tegal. Tak masalah bagiku, yang pasti aku tahu, Bapak sangat menyayangiku, sangat menyemangatiku, dia ada saat aku merasa tak ada. Ibulah yang merangkap sebagai Bapak, apalagi Ibu harus mengurusi Nenek yang sudah tak bisa berjalan. Hanya bisa terlentang di kasurnya.
Oh, Ibu...
Bagaimana mungkin aku tega mencampakan kasihmu, sedang hidupmu saja sudah sangat berat. Bagaimana aku rela menukar keangkuhanku dengan cinta yang semurni itu, aku mencintaimu ibu, aku mencintaimu di setiap tanda keberadaanku.
„Selamat ya sayang...jangan puas dengan prestasi yang kamu raih. Bapak sayang adek.”
Sms singkat dari Bapak sudah menggenapi kebahagianku. Bapak tak pernah lupa menyapa putri mungilnya ini. Semua prestasi dan jerih payahku adalah untuk kebanggaan mereka, Bapak dan Ibu.
***
Yogyakarta, 01 Agustus 2011
Semua sudah usai, aku tak sering lagi menangis, semua sudah berakhir, sedihku tercampur dengan waktu yang mulai melenyapkannya. Perantauan ini mengajarkan segalanya padaku. Aku tidak diijikannya untuk lemah.
‘’Aku merindukanmu Bapak, aku sangat menyayangimu...bagaimana aku ungkapkan itu jika kau tidak lagi bisa kutemui...” air mataku mulai membasahi pipiku, aku memikirkannya lagi. Aku akan terus memikirkannya hingga entah kapan,
Tuhan, aku merindukannya. Segala hal membuatku sedih saat mengingat pertemuan terakhirku dengan Alm.Bapak.
***
Aku panik dengan ucapan Ibu. Tak kuasa lagi menahan kesakitan yang menjelma di dadaku. Secepat kilat kubuka pintu kamar yang sudah ada ibu di depannya. Lalu aku berlari, dengan hati yang baru saja terobek-robek. Dengan air mata yang bertumpahan. Aku menuju kamar Bapak dan Ibu.
Dan ia terbaring di sana. Dengan wajah indahnya. Dia di sana dengan ketampanan luar biasa. Bapak, apa yang terjadi dengan waktu, kenapa aku tak sanggup berdamai dengannya.
Tuhan,,,,Tuhan,,,,
Aku mohon jangan bilang ini semua nyata..
Aku mohon, bangunkan aku dari ini
Ijinkan aku lari darinya
Aku takut
Aku tak mampu sendiri...
Bapak sudah terbaring tanpa nyawa di kasur itu. Tangannya terkulai di samping tubuhnya yang besar. Tubuh yang sudah terlalu lama kesakitan dengan penyakit yang menemaninya setengah tahun terakhir. Lalu aku mendekatinya, hanya mampu memanggil-manggil lemah.
„Bapak.... Astaghfirullah Bapak....”
Kuciumi wajahnya, kupijat-pijat tangan dan kakinya yang mulai mendingin. Aku tak kuasa menahan kehancuran yang perlahan bergema di nafasku. Aku sakit, aku sakit dengan ini semua. Aku sedih, takut, gelisah....
Lalu hari itu menjadi hari paling ramai di rumah mungil kami. Tak ada tangis di pagi itu. Hanya rintihan tertahan yang membuatku pusing. Pekerjaan yang kulakukan hanya bersandar di kaki yang teramat dingin. Kaki yang sudah tak bisa bergerak. Kaki yang selama ini berjalan di sekitarku. Aku terduduk di samping jenazah Bapak yang sudah di telentangkan di ruang tamu.
Tuhan, ijinkan aku mencintainya lebih dari ini, ijinkan aku memuliakannya lebih dari sekarang. Aku mencintainya Tuhan, aku sangat menyesal dengan cintaku yang hanya menguap tanpa tersampaikan.
„Yang sabar ya Nok,,” ucapan itu begitu menentramkan. Tak ada yang seperhatian Bu Nyai, dia bahkan mencium kedua pipiku. Dan raut wajahnya mengisyaratkan simpati yang mendalam.
Tapi itu tetap tidak cukup, itu tak akan pernah cukup membuatku tersadar. Aku akan terus tertidur dengan mimpi ini. Mimpi yang tak pernah kuinginkan.
Bapak, bagaiman ini,
Aku bahkan belum mengikuti UN,
belum menentukan jodohku,
belum sepenuhnya membanggakanmu,
Bagaimana bisa kau melakukan ini padaku,
Ah,
Teganya kau,
:(
Saudara Bapak dari Magelang sudah berlimpah datang ke rumah. Jenazahnya pun sudah rapi di keranda yang tergeletak di dalam ruang tamu rumah kami.
Beberapa kerabat menangis, mengatakan apa saja kebaikan Alm.Bapak. mengatakan apa saja yang menghiburku serta ibu dan Mas.
„Nida, satu-satunya anak perempuan yang sangat dibanggakan almarhum.”
Air mata itu meluncur lagi. Tak kuasa pula aku menahan sesak di hati. Bapak, bukankah aku hanya bisa mengecewakanmu? Kenapa kau justru selalu membanggakanku, , Bukankah aku selalu menyakiti hatimu dengan semua tingkahku? Kenapa aku begitu bodoh untuk tidak menyadari ini semua lebih awal...
Kemudian,,,
Saat paling berat di hidupku, saat keranda itu mulai berjalan. Aku hampir limbung karena tak kuat menahan tubuhku sendiri. Kalimat tahlil menggema di rumah kami, ah, Tuhan.....sekerdil inikah hamba bisa bertahan dengan ujianMu....
Bapak,
Selamat jalan,,,
Selamat menjalani kehidupan baru di kerajaan langit.,,
Rinduku tak mampu mengikutimu,
Sayangku yang tumbuh dengan subur pun hanya mampu menembus langit pertama,
Bapak,
Kumohon,
Jangan benci aku karena aku mencintaimu
Jangan marahi aku atas sayangku padamu,
Adik janji,
Adik akan jaga Ibu,
Adik janji,
Adik nggak akan nakal lagi...
Tidurlah Bapak
Adik sayang Bapak...
:)
Tidakkah kau tahu,
seberapa besar rasa cintamu pada kedua orangtuamu?
Rabalah hatimu hingga kau yakin rasa cintamu adalah seluruh lautan, rasa sayangmu kepada beliau berdua adalah keindahan yang tak akan tergantikan.
Tidakkah kau dengar, lantunan, rintihan, dan keluh kesah mereka dalam sujud yang panjang?
Tak mengertikah kau bahwa mereka amat sangat memujamu,,,putra dan putri mereka.
Tak sadarkah kau, Ibu, Ibu, Ibu, adalah orang mulia yang sabar, menghadapimu yang tak mendengarkan tutur lembutnya, menahan kesakitanyya demi kebahagiaan dirimu.
Tak adakah rasa belas kasih untuk cinta yang semurni dan seagung itu?
Bapak, tak mengertikah kau....ia adalah orang yang dengan tubuh terbungkuk rela menahan kalian, menjaga kalian siang malam....
Mereka,,,,
Bapak, ....
Ibu,.....tak sadarkah kalian betapa indahnya mereka????
Dimana kalbu kalian, di mana nurani kalian,
Jemputlah mereka, papah mereka dengan kasih yang tak pernah mereka bayangkan. Layani mereka, sayangi mereka,,,
Tersenyumlah di hadapan mereka sesakit apa pun kalian saat itu...
Sebelum semuanya teramat terlambat,
Sebelum semuanya hanya angan yang tak akan terwujud...
Ciumlah mereka dengan cinta yang murni...
Mereka adalah hal terindah,
Bapak,,,
Ibu,,,
-Nieda Haromain-
oleh Nieda Haromain pada 27 Januari 2012 pukul 13:15 •
Cinta, definisinya sangat kompleks dan sulit diartikan dalam satu persepsi saja. Namun jika kau hidup berlandaskannya, yakinlah bahwa ia akan membuat hidupmu bermakna, yakinlah bahwa dia hidup di setiap nadi kebahagiaan yang kau dan ia bangun dalam suatu mahligai. Sedang diriku, kurasa tak pernah kujumpai cinta melebihi apa yang Tuhan limpahkan kepadaku. Kedua orang tua yang begitu menyayangiku, seorang kakak yang selalu menjagaku, seorang nenek yang sangat menyayangiku dan mengurusku semenjak aku kecil. Rumah kuno yang terletak ditepi jalan raya itu menjadi saksi betapa bahagianya aku dalam asuhan nenek. Semua seolah kembali memenuhi kepalaku, membuatku menyerah untuk kembali bersedih. Keluarga kecil kami, terimakasih telah memberiku mereka untuk kusayangi Tuhan…. Dan begitupun mereka, orang-orang yang sangat menyayangiku.
Ibu, orang yang sangat kupuja dan kusayangi. Setiap hal dalam dirinya adalah ketangguhan yang tiada duanya. Ujian dalam hidupnya bagaikan nafas yang menjadi bagian dari dirinya. Jika ada wanita yang paling kucinta, Ibukulah orangnya. Beliau komplit, teladan, sahabat, guru dan segala hal yang kuperlukan....
Aku mencintaimu Ibu... :)
Tentang Bapak, aku tak biasa menemui beliau di hari-hari biasaku di rumah. Ia bekerja di luar kota, sejak beberapa tahun yang lalu. Tegal, nama kota yang detik ini hingga entah kapan aku selalu kubenci karena hal yang kini menimpaku, hal yang memang takdir, namun aku belum bisa berdamai dengannya.
Bapak, adalah sosok yang tak tergantikan, meski kami jarang bertemu, karena beliau bekerja di Tegal(kota namun pertemuan singkat saat ia pulang ke Kudus membuatku merasa menjadi putri dengan Bapak terbaik sedunia.
Mas riza, satu-satunya kakak yang kupunya. Dia menyayangiku, aku tahu itu karena aku juga sangat menyayanginya. Dia adalah kakak terhebat....
Terimakasih telah menciptakan mereka untukku Tuhan....
Terimakasih untuk keluarga indah ini, selamanya kami akan hidup bersama. Dengan kebahagiaan yang tak ada tandingannya. Itulah impianku,,,,
Namun angin berkehendak lain atas perintah Ilahnya. Ia tak akan berhambur ke barat saat Ilahnya memerintahkan ia berlari ke timur. Pun, ia tak akan pernah bisa berhembus ke selatan saat Ilahnya menakdirkannya ke utara. Hari itu entah mengapa aku risau, masa lalu yang sudah kulalui terbayang sudah. Kelabu rindu yang kutahan sudah membuncah tak terbendung. Pagi mendung nan suram menemani tangisku hari itu, Kamis, 07 April 2011. Ayahku tak lagi menemaniku, ia terlelap dengan tanda tanya besar yang ada di hatiku. Ia berdiam dengan sejuta penyesalan yang menyesaki dadaku.
„Ayah, aku mencintaimu,
Lalu apa yang bisa dilakukan cinta ini,
Jika kau tak lagi bisa menatap mata bundarku,
Apa arti sebuah kerinduan,
Jika itu tak cukup kuat menahanmu,
Ayah...
Jangan mati,,,
Jangan mati dengan cara seperti ini,
Bianglala memutar begitu cepat dan membuat aku, Ibu dan Bapak menjerit hiperbol. Bapak lebih kocak, ia sengaja menjerit-jerit padahal tak ada ketakutan sama sekali di raut wajahnya yang lucu.
„hahahhaha....Bapak kalo nggak pengin jerit nggak usah pura-pura jerit deh,” ucapku, menggodanya.
Malam itu malam terakhir tradisi dandangan di Kota Kudus, kotaku. Aku dengan mati-matian memaksa Ibu dan Bapak menemaniku di area bermain(baca;anak-anak). Dan mereka mau menemaniku. Kami berkeliling dengan arah yang tak pasti. Mencari-cari sesuatu yang entah apa itu. Yang pasti aku senang. Itu mutlak dan tak bisa ditawar-tawar. Entah Ibu dan Bapak senang atau tidak, itu urusan nomor dua. Karena aku memang egois!
***
Sedari tadi aku menggeliat, tidurku malam itu tak nyaman. Aku mendengar pintu kamar kakakku digedor-gedor, entah oleh siapa. Ibu mungkin. Ah, bodo amat! Aku kembali meneruskan tidurku.
Sejam kemudian, giliran pintu kamarku yang diketuk keras oleh seseorang, Ibu ternyata. Beliau mengucapkan kata-kata yang membunuh kantukku. Menerawangkan aku pada lembah hitam yang tak kunjung usai.
„Dek, bangun...Bapak sudah meninggal.”
Tuhan, keterlaluan sekali becandaan ini. Kenapa Ibu tega berkata seperti itu. Tuhan...jangan biarkan aku terlalu lama tidur dengan mimpi seperti ini. Tuhan.... Tuhan......
***
Hari ini penerimaan rapor, Bapak memang tak pernah mengambilkan raporku. Beliau sibuk bekerja di Tegal. Tak masalah bagiku, yang pasti aku tahu, Bapak sangat menyayangiku, sangat menyemangatiku, dia ada saat aku merasa tak ada. Ibulah yang merangkap sebagai Bapak, apalagi Ibu harus mengurusi Nenek yang sudah tak bisa berjalan. Hanya bisa terlentang di kasurnya.
Oh, Ibu...
Bagaimana mungkin aku tega mencampakan kasihmu, sedang hidupmu saja sudah sangat berat. Bagaimana aku rela menukar keangkuhanku dengan cinta yang semurni itu, aku mencintaimu ibu, aku mencintaimu di setiap tanda keberadaanku.
„Selamat ya sayang...jangan puas dengan prestasi yang kamu raih. Bapak sayang adek.”
Sms singkat dari Bapak sudah menggenapi kebahagianku. Bapak tak pernah lupa menyapa putri mungilnya ini. Semua prestasi dan jerih payahku adalah untuk kebanggaan mereka, Bapak dan Ibu.
***
Yogyakarta, 01 Agustus 2011
Semua sudah usai, aku tak sering lagi menangis, semua sudah berakhir, sedihku tercampur dengan waktu yang mulai melenyapkannya. Perantauan ini mengajarkan segalanya padaku. Aku tidak diijikannya untuk lemah.
‘’Aku merindukanmu Bapak, aku sangat menyayangimu...bagaimana aku ungkapkan itu jika kau tidak lagi bisa kutemui...” air mataku mulai membasahi pipiku, aku memikirkannya lagi. Aku akan terus memikirkannya hingga entah kapan,
Tuhan, aku merindukannya. Segala hal membuatku sedih saat mengingat pertemuan terakhirku dengan Alm.Bapak.
***
Aku panik dengan ucapan Ibu. Tak kuasa lagi menahan kesakitan yang menjelma di dadaku. Secepat kilat kubuka pintu kamar yang sudah ada ibu di depannya. Lalu aku berlari, dengan hati yang baru saja terobek-robek. Dengan air mata yang bertumpahan. Aku menuju kamar Bapak dan Ibu.
Dan ia terbaring di sana. Dengan wajah indahnya. Dia di sana dengan ketampanan luar biasa. Bapak, apa yang terjadi dengan waktu, kenapa aku tak sanggup berdamai dengannya.
Tuhan,,,,Tuhan,,,,
Aku mohon jangan bilang ini semua nyata..
Aku mohon, bangunkan aku dari ini
Ijinkan aku lari darinya
Aku takut
Aku tak mampu sendiri...
Bapak sudah terbaring tanpa nyawa di kasur itu. Tangannya terkulai di samping tubuhnya yang besar. Tubuh yang sudah terlalu lama kesakitan dengan penyakit yang menemaninya setengah tahun terakhir. Lalu aku mendekatinya, hanya mampu memanggil-manggil lemah.
„Bapak.... Astaghfirullah Bapak....”
Kuciumi wajahnya, kupijat-pijat tangan dan kakinya yang mulai mendingin. Aku tak kuasa menahan kehancuran yang perlahan bergema di nafasku. Aku sakit, aku sakit dengan ini semua. Aku sedih, takut, gelisah....
Lalu hari itu menjadi hari paling ramai di rumah mungil kami. Tak ada tangis di pagi itu. Hanya rintihan tertahan yang membuatku pusing. Pekerjaan yang kulakukan hanya bersandar di kaki yang teramat dingin. Kaki yang sudah tak bisa bergerak. Kaki yang selama ini berjalan di sekitarku. Aku terduduk di samping jenazah Bapak yang sudah di telentangkan di ruang tamu.
Tuhan, ijinkan aku mencintainya lebih dari ini, ijinkan aku memuliakannya lebih dari sekarang. Aku mencintainya Tuhan, aku sangat menyesal dengan cintaku yang hanya menguap tanpa tersampaikan.
„Yang sabar ya Nok,,” ucapan itu begitu menentramkan. Tak ada yang seperhatian Bu Nyai, dia bahkan mencium kedua pipiku. Dan raut wajahnya mengisyaratkan simpati yang mendalam.
Tapi itu tetap tidak cukup, itu tak akan pernah cukup membuatku tersadar. Aku akan terus tertidur dengan mimpi ini. Mimpi yang tak pernah kuinginkan.
Bapak, bagaiman ini,
Aku bahkan belum mengikuti UN,
belum menentukan jodohku,
belum sepenuhnya membanggakanmu,
Bagaimana bisa kau melakukan ini padaku,
Ah,
Teganya kau,
:(
Saudara Bapak dari Magelang sudah berlimpah datang ke rumah. Jenazahnya pun sudah rapi di keranda yang tergeletak di dalam ruang tamu rumah kami.
Beberapa kerabat menangis, mengatakan apa saja kebaikan Alm.Bapak. mengatakan apa saja yang menghiburku serta ibu dan Mas.
„Nida, satu-satunya anak perempuan yang sangat dibanggakan almarhum.”
Air mata itu meluncur lagi. Tak kuasa pula aku menahan sesak di hati. Bapak, bukankah aku hanya bisa mengecewakanmu? Kenapa kau justru selalu membanggakanku, , Bukankah aku selalu menyakiti hatimu dengan semua tingkahku? Kenapa aku begitu bodoh untuk tidak menyadari ini semua lebih awal...
Kemudian,,,
Saat paling berat di hidupku, saat keranda itu mulai berjalan. Aku hampir limbung karena tak kuat menahan tubuhku sendiri. Kalimat tahlil menggema di rumah kami, ah, Tuhan.....sekerdil inikah hamba bisa bertahan dengan ujianMu....
Bapak,
Selamat jalan,,,
Selamat menjalani kehidupan baru di kerajaan langit.,,
Rinduku tak mampu mengikutimu,
Sayangku yang tumbuh dengan subur pun hanya mampu menembus langit pertama,
Bapak,
Kumohon,
Jangan benci aku karena aku mencintaimu
Jangan marahi aku atas sayangku padamu,
Adik janji,
Adik akan jaga Ibu,
Adik janji,
Adik nggak akan nakal lagi...
Tidurlah Bapak
Adik sayang Bapak...
:)
Tidakkah kau tahu,
seberapa besar rasa cintamu pada kedua orangtuamu?
Rabalah hatimu hingga kau yakin rasa cintamu adalah seluruh lautan, rasa sayangmu kepada beliau berdua adalah keindahan yang tak akan tergantikan.
Tidakkah kau dengar, lantunan, rintihan, dan keluh kesah mereka dalam sujud yang panjang?
Tak mengertikah kau bahwa mereka amat sangat memujamu,,,putra dan putri mereka.
Tak sadarkah kau, Ibu, Ibu, Ibu, adalah orang mulia yang sabar, menghadapimu yang tak mendengarkan tutur lembutnya, menahan kesakitanyya demi kebahagiaan dirimu.
Tak adakah rasa belas kasih untuk cinta yang semurni dan seagung itu?
Bapak, tak mengertikah kau....ia adalah orang yang dengan tubuh terbungkuk rela menahan kalian, menjaga kalian siang malam....
Mereka,,,,
Bapak, ....
Ibu,.....tak sadarkah kalian betapa indahnya mereka????
Dimana kalbu kalian, di mana nurani kalian,
Jemputlah mereka, papah mereka dengan kasih yang tak pernah mereka bayangkan. Layani mereka, sayangi mereka,,,
Tersenyumlah di hadapan mereka sesakit apa pun kalian saat itu...
Sebelum semuanya teramat terlambat,
Sebelum semuanya hanya angan yang tak akan terwujud...
Ciumlah mereka dengan cinta yang murni...
Mereka adalah hal terindah,
Bapak,,,
Ibu,,,
-Nieda Haromain-
Subscribe to:
Posts (Atom)

































